Gambaran Kadar Rheumatoid Faktor (RF) Pada Petani Lansia Di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus

Magdalenis Nadia Lowa, PO5303333231093 (2026) Gambaran Kadar Rheumatoid Faktor (RF) Pada Petani Lansia Di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus. Diploma thesis, Poltekkes kemenkes kupang.

[img] Text
COVER.pdf

Download (507kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (265kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (349kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (312kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (257kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (152kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (859kB)

Abstract

Nyeri sendi atau rematik merupakan keluhan akibat proses peradangan pada persendian yang berkaitan erat dengan aktivitas fisik berat, proses penuaan, dan gangguan imunologis. Pekerjaan sebagai petani menuntut aktivitas fisik yang berat dan dapat menimbulkan peradangan sistemik, salah satunya ditandai dengan munculnya rasa nyeri serta peningkatan kadar Rheumatoid Factor (RF) sebagai penanda adanya inflamasi dan gangguan imunologis, khususnya pada kelompok lanjut usia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar Rheumatoid Faktor (RF) pada petani lansia di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada Bulan Februari–April 2026 di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah. Pemeriksaan sampel serum darah dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kupang. Sampel terdiri dari 34 responden petani usia pra-lansia dan lanjut usia (45–74 tahun) yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar Rheumatoid Faktor menggunakan metode aglutinasi Latex Test. Hasil : Hasil penelitian terhadap 34 responden petani lansia yang masih aktif bekerja menunjukkan gambaran karakteristik yang didominasi oleh jenis kelamin perempuan. Meskipun sebagian besar responden kerap mengalami keluhan berupa nyeri sendi akibat aktivitas fisik berat harian di sawah, hasil pemeriksaan laboratorium imunoserologi menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memperoleh hasil Rheumatoid Faktor (RF) non-reaktif dan tidak ditemukan adanya hasil reaktif. Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh petani lansia di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus memiliki kadar Rheumatoid Faktor (RF) dalam kategori normal (non-reaktif). Keluhan nyeri sendi yang dirasakan oleh para petani belum tentu dipengaruhi oleh respon imunologis sistemik melainkan dapat dipicu oleh faktor mekanik aktivitas kerja, faktor usia, pola hidup harian, maupun kemungkinan peningkatan kadar asam urat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Rheumatoid Faktor, Petani Lansia.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Magdalenis Nadia Lowa
Date Deposited: 08 Sep 2026 02:47
Last Modified: 08 Sep 2026 02:47
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11697

Actions (login required)

View Item View Item