Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Kurang Pada Balita Di Wilayah kerja Puskesmas Naioni, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang

Tresna Budiman Bani, PO5303241231303 (2026) Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Kurang Pada Balita Di Wilayah kerja Puskesmas Naioni, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER RESNA_2.pdf

Download (330kB)
[img] Text
BAB I RESNA_1.pdf

Download (242kB)
[img] Text
BAB II RESNA_1.pdf

Download (411kB)
[img] Text
BAB III RESNA_1.pdf

Download (486kB)
[img] Text
BAB IV RESNA_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (329kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V RESNA_1.pdf

Download (233kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA 2.pdf

Download (121kB)
[img] Text
LAMPIRAN RESNA_1.pdf

Download (1MB)

Abstract

”Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Kurang Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Naioni, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang” Latar Belakang: Kekurangan gizi pada balita tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena dapat mengganggu pertumbuhan tubuh, perkembangan pikiran, serta meningkatkan kemungkinan anak mengalami penyakit infeksi. Kurang gizi bisa terjadi karena beberapa hal, seperti jumlah makanan bergizi yang dikonsumsi, adanya penyakit infeksi, tidak diberikan ASI eksklusif, tidak diberikan makanan pendamping ASI yang tepat, serta kurangnya pemberian menyusu dini. Berdasarkan data dari Puskesmas Naioni tahun 2025, jumlah balita yang mengalami gizi kurang masih tergolong tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang terkait dengan kondisi tersebut. Tujuan:penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berresiko menyebabkan kejadian gizi kurang pada anak di bawah lima tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Naioni, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 51 balita yang dipilih dengan metode pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, metode recall 1/24 kali jam, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kesalahan yang diterima sebesar α = < 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa 60,8% dari balita mengalami kekurangan gizi. Sebagian besar balita mengalami kekurangan asupan energi, yaitu 60,8 %, kekurangan asupan protein sebanyak 49%, serta kekurangan asupan lemak sekitar 56,9%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara jumlah energi yang dikonsumsi (p=0,000), jumlah protein yang dikonsumsi (p=0,000), dan jumlah lemak yang dikonsumsi (p=0,000) dengan terjadinya kekurangan gizi pada balita. Kesimpulan:Asupan zat gizi , terutama energi, protein, dan lemak, mempunyai kaitan yang penting dengan terjadinya kurang gizi pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Naioni. Usaha meningkatkan gizi balita perlu fokus pada peningkatan kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi, dengan memberikan edukasi tentang gizi kepada orang tua serta melakukakan pemeriksaan pertumbuhan anak secara rutin. Kata Kunci:Gizi kurang,balita,asupan zat gizi,faktor resiko dan satus gizi

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Gizi kurang,balita,asupan zat gizi,faktor resiko dan satus gizi
Subjects: L Education > L Education (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: Tresna Budiman Bani
Date Deposited: 11 Sep 2026 06:10
Last Modified: 11 Sep 2026 06:10
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11943

Actions (login required)

View Item View Item