Yakobus Fardin Sufa, PO5303330230159 (2026) survey kondisi sanitasi jamban di desa pukdale kecamatan kupang timur kabupaten kupang tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER.pdf Download (794kB) |
|
|
Text
BAB I (2).pdf Download (253kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (222kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (419kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (205kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V (1).pdf Download (154kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAK1.pdf Download (262kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (2).pdf Download (1MB) |
Abstract
Jamban keluarga merupakan sarana sanitasi dasar yang sangat penting untuk memutus rantai penularan penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan demam tifoid. Penelitian kondisi sanitasi jamban ini dilakukan di Desa Pukdale dikarenakan masih terdapat kasu Diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamban, menilai faktor risiko pencemaran, dan mengetahui tingkat risiko pencemaran jamban di Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan variabel penelitian jenis jamban, faktor risiko pencemaran, tingkat risiko pencemaran. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 610 rumah dengan jumlah sampel sebesar 86 rumah. Data penelitian diperoleh dengan cara observasi langsung dan wawancara menggunakan format Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (100%) jenis jamban leher angsa; Berdasarkan penilaian faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah tidak tersedianya sabun di jamban (35%), kondisi jamban yang kurang bersih (36%); Untuk tingkat risiko pencemaran lingkungan pada jamban, mayoritas berada pada kategori risiko Sedang sebanyak 58 jamban (68%), diikuti risiko Rendah sebanyak 25 jamban (29%), dan risiko Tinggi sebanyak 3 jamban (3%). Disimpulkan bahwa meskipun akses terhadap jenis jamban sehat (leher angsa) telah mencapai target maksimal, tingkat risiko pencemaran lingkungan sebagian besar masih berada pada kategori sedang dengan presentase 68%. Hal ini dipengaruhi oleh faktor risiko yang dominan seperti tidak terdapat sabun pada jamban dan keadaan jamban yang kotor. Disarankan kepada pihak Puskesmas Naibonat untuk meningkatkan edukasi dan pengawasan berkala terkait pemeliharaan serta perbaikan konstruksi fisik jamban masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kondisi Sanitasi, Jamban |
| Subjects: | L Education > LA History of education L Education > LB Theory and practice of education L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Yakobus Fardin Sufa |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 09:14 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 09:14 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/12113 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric