Ferdinan Kamaleng, PO5303330220275 (2025) Daya hisap alat sedot jentik aedes spesies berdasarkan perbedaan volume air dan lama waktu menghisap jentik. Diploma thesis, Prodi D3 Sanitasi.
![]() |
Text
COVER FK.pdf Download (572kB) |
![]() |
Text
BAB 1 FERDI.pdf Download (242kB) |
![]() |
Text
BAB 2 FK.pdf Download (746kB) |
![]() |
Text
BAB 3 FK.pdf Download (447kB) |
![]() |
Text
BAB 4 FK.pdf Download (593kB) |
![]() |
Text
BAB 5 TA Leo.pdf Download (179kB) |
![]() |
Text
DAPUS FERDINAN KAMALENG.pdf Download (184kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN FK.pdf Download (692kB) |
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes spesies. Pengendalian populasi nyamuk Aedes terutama pada fase larva sehingga sangat penting untuk memutuskan rantai penularan. Penampungan air yang tidak dikuras secara rutin menjadi tempat utama perkembangbiakan jentik. Upaya pengendalian dilakukan melalui inovasi teknologi sederhana berupa alat penyedot jentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya hisap antara alat DOTIK elektrik yang dikemmbangkan, dan alat manual berdasarkan variasi volume air dan lama waktu penghisapan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif post-test only dengan pendekatan pre-eksperimen. Perlakuan dilakukan pada dua jenis alat yaitu elektrik (DOTIK) dan manual. Sampel berupa jentik Aedes spesies sebanyak 2.700 ekor dibagi dalam variasi volume air (20, 30, 40, 50, dan 60 liter) dan waktu penyedotan (1, 2, 3, dan 4 menit). Pengambilan data dilakukan dengan menghitung jumlah jentik yang berhasil disedot, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test untuk melihat perbedaan signifikan antara kedua alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik alat DOTIK elektrik yang dikembngkan maupun manual mampu menyedot jentik dengan daya hisap tinggi pada durasi waktu penyedotan 2–4 menit. Namun secara keseluruhan alat manual memiliki daya hisap rata-rata yang lebih tinggi (mean = 94,03) dibandingkan alat elektrik (mean = 1,50). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000), yang berarti bahwa alat manual lebih tinggi dalam menangkap jentik dibandingkan alat DOTIK elektrik yang dikembangkan. Alat sedot jentik manual lebih unggul dalam penangkapan jentik dibandingkan alat elektrik, meskipun alat elektrik memiliki kelebihan dalam aspek kebersihan dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam inovasi alat pengendali jentik berbasis teknologi tepat guna yang dapat digunakan di masyarakat dan institusi pendidikan.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Aedes spesies, alat sedot jentik, elektrik, manual, volume air, durasi penyedotan, pengendalian vektor |
Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan |
Depositing User: | Mr FERDINAN KAMALENG |
Date Deposited: | 28 Jul 2025 06:59 |
Last Modified: | 28 Jul 2025 06:59 |
URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/7355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |