Pemetaan Rumah Sehat Di Kelurahan Sikumana Kota Kupang Tahun 2025

Basilio Donovan Sengga, PO5303330220171 (2025) Pemetaan Rumah Sehat Di Kelurahan Sikumana Kota Kupang Tahun 2025. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
cover basilio .pdf

Download (616kB)
[img] Text
BAB I BASILIO.pdf

Download (125kB)
[img] Text
BAB II BASILIO.pdf

Download (165kB)
[img] Text
BAB III BASILIO.pdf

Download (464kB)
[img] Text
BAB IV BASILIO .pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB V BASILIO.pdf

Download (8kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA BASILIO.pdf

Download (235kB)
[img] Text
LAMPIRAN BASILIO .pdf

Download (1MB)

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, pneumonia, TBC, diare, dan DBD masih menjadi masalah kesehatan utama, terutama di wilayah dengan rumah dan sanitasi yang tidak memenuhi standar. Di Kelurahan Sikumana, kondisi rumah tidak laik sehat turut berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan rumah sehat dan tidak sehat menggunakan pendekatan spasial dengan aplikasi QGIS, dengan menilai sarana sanitasi, komponen rumah, dan kualitas lingkungan sebagai indikator rumah sehat Jenis penelitian adalah deskriptif, dengan rancangan penelitian yaitu survey. Variabel penelitian yaitu pemetaan rumah sehat, sarana sanitasi rumah, komponen rumah, dan kualitas lingkungan rumah. Populasi 6.604 KK dengan sampel 99 rumah data dikumpulkan dengan menggunakan Eppicolect 5 kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83 rumah (83,8%) laik sehat dan 16 rumah (16,2%) tidak laik sehat. Sarana sanitasi, pembuangan sampah tidak ada sarana 2 rumah (2,02%), ada sarana tetapi tidak memenuhi syarat 37 rumah (37,37%), pembuangan air limbah tidak ada sarana 12 rumah (12,12%) dan ada sarana tetapi tidak memenuhi syarat 48 rumah (48,48%). Komponen rumah, ventilasi ada sarana tetapi tidak memenuhi syarat terdapat 7 rumah (7,07%), lubang asap dapur tidak ada sarana terdapat 1 rumah (1,01%), dan ada sarana tetapi tidak memenuhi syarat terdapat 5 rumah (5,05%). Lantai rumah ada sarana tetapi tidak memenuhi syarat terdapat 12 rumah (12,12%). Kualitas lingkungan, tidak bebas jentik terdapat 15 rumah (15,15%), tidak bebas tikus terdapat 50 rumah (50,51%), pekarangan tidak dimanfaatkan 24 rumah (24,24%). Disimpulkan bahwa untuk peta sebaran rumah sehat yang laik sehat (83,8%), untuk sarana sanitasi yang masih bermasalah yaitu pembuangan air limbah (48,48%) dan pembuangan sampah (37,37%), untuk komponen rumah yang masih bermasalah yaitu ventilasi (7,07%) dan lantai (12,12%), untuk kualitas lingkungan yaitu keberadaan tikus (50,51%) dan jentik (15,15%) yang menunjukan belum sepenuhnya higienis. Solusi yang dapat diberikan adalah perlunya peningkatan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah, seperti rutin membersihkan ventilasi dan mengikuti program sanitasi pemerintah dan melakukan intervensi berkelanjutan pada rumah tidak laik sehat dengan memanfaatkan data pemetaan QGIS, meningkatkan edukasi tentang sanitasi dan pengendalian vektor penyakit, serta mengoptimalkan peran kader kesehatan dan pelaksanaan kegiatan PSN secara berkala.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Pemetaan Rumah Sehat, sarana sanitasi, komponen rumah Kualitas Lingkungan
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Basilio Donovan Sengga
Date Deposited: 21 Aug 2025 06:41
Last Modified: 21 Aug 2025 06:41
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/7544

Actions (login required)

View Item View Item