PENERAPAN TERAPI IHALASI UAP DENGAN CAJUPUT OIL DAN LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN ISPA DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAINGAPU

PO5303203221354, Zahwa Latifah (2022) PENERAPAN TERAPI IHALASI UAP DENGAN CAJUPUT OIL DAN LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN ISPA DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAINGAPU. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER ZAHWA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1 ZAHWA .pdf

Download (180kB)
[img] Text
BAB 2 ZAHWA.pdf

Download (399kB)
[img] Text
BAB 3 ZAHWA.pdf

Download (221kB)
[img] Text
BAB 4 ZAHWA.pdf

Download (487kB)
[img] Text
BAB 5 ZAHWA.pdf

Download (263kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA ZAHWA.pdf

Download (280kB)
[img] Text
LAMPIRAN ZAHWA.pdf

Download (740kB)

Abstract

ABSTRAK Kementerian Kesehatan RI Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang Program Studi DIII Keperawatan Waingapu Karya Tulis Ilmiah, Waingapu, 02 Juni 2025 ZAHWA LATIFAH PENERAPAN TERAPI INHALASI UAP DENGAN CAJUPUT OIL DAN LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN ISPA DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAINGAPU Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang berkontribusi terhadap angka kesakitan dan kematian yang tinggi di seluruh dunia, terutama pada balita. ISPA dapat menyerang sistem pernapasan bagian atas maupun bawah dengan durasi sekitar 14 hari. Menurut WHO, ISPA menyumbang sekitar 33% dari total kematian anak balita di negara-negara berkembang, dengan 6,6 juta kematian setiap tahunnya. Tujuan: tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan terapi inhalasi uap dengan cajuput oil dan latihan batuk efektif pada pasien ISPA Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan menggunakan asuhan keperawatan dengan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu. Hasil: Berdasarkan hasil analisa data pada klien diperoleh diagnosa keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif yang ditandai dengan adanya penumpukan sekret, suara napas tambahan ronchi, dan batuk tidak efektif. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari, masalah bersihan jalan napas tidak efektif teratasi, yang ditandai dengan batuk efektif meningkat, produksi sputum menurun, dan suara napas ronchi menghilang. Perencanaan dan pelaksanaan intervensi dilakukan sesuai kebutuhan pasien melalui pemberian terapi inhalasi uap dengan cajuput oil dan latihan batuk efektif, serta evaluasi menunjukkan tujuan tercapai dan masalah keperawatan teratasi. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan terapi inhalasi uap dengan cajuput oil efektif dalam membantu meningkatkan bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien ISPA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Terapi inhalasi uap cajuput oil, ISPA, Bersihan jalan napas tidak efektif
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Prodi Keperawatan Waingapu
Jurusan Keperawatan > Prodi Keperawatan Waingapu
Jurusan Keperawatan > Prodi Keperawatan Waingapu
Depositing User: Mrs Zahwa Latifah
Date Deposited: 19 Sep 2025 01:22
Last Modified: 19 Sep 2025 01:22
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/8885

Actions (login required)

View Item View Item