Asuhan Keperawatan Pada Tn. J Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Akibat Gagal Napas Di Ruang Rawat Nginap Bogenvile Rsup Dr Ben Boi Kota Kupang

Elfira Tarsisia Sareng, PO5303201230741 (2026) Asuhan Keperawatan Pada Tn. J Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Akibat Gagal Napas Di Ruang Rawat Nginap Bogenvile Rsup Dr Ben Boi Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
KTA Elfira_Cover_.pdf

Download (651kB)
[img] Text
KTA Elfira_BAB 1.pdf

Download (142kB)
[img] Text
KTA Elfira_BAB 2.pdf

Download (218kB)
[img] Text
KTA Elfira_BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB) | Request a copy
[img] Text
KTA Elfira_BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (124kB) | Request a copy
[img] Text
KTA Elfira_Daftar Pustaka & Lampiran_.pdf
Restricted to Registered users only

Download (387kB) | Request a copy

Abstract

Latarbelakang:Gagal napas merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat ketidakmampuan sistem pernapasan dalam mempertahankan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara adekuat sehingga dapat mengganggu fungsi organ vital. Salah satu masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret. Karya tulis akhir ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada Tn. J dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat gagal napas di Ruang Rawat Inap Bougenville RSUP Dr. Ben Mboi Kota Kupang.Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh melalui wawancara keluarga, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis.Hasil pengkajian menunjukkan pasien laki-laki usia 62 tahun dengan riwayat jatuh di kamar mandi yang menyebabkan perdarahan intraserebral (ICH) dan menjalani kraniektomi. Pasien mengalami penurunan kesadaran (sopor), menggunakan oksigen 8 liter/menit melalui T-piece, frekuensi napas meningkat, bunyi napas ronki, refleks batuk lemah, serta penumpukan sekret akibat pneumonia. Diagnosis keperawatan utama adalah bersihan jalan napas tidak efektif.Intervensi yang dilakukan meliputi manajemen jalan napas, pemberian oksigen, suction, posisi semifowler, pemantauan respirasi, dan kolaborasi terapi farmakologis selama 3×24 jam. Evaluasi menunjukkan perbaikan kondisi pernapasan ditandai dengan berkurangnya sekret dan bunyi napas tambahan serta pola napas yang lebih efektif.Disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang tepat dapat membantu memperbaiki status pernapasan pasien gagal napas dan mencegah komplikasi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: gagal napas, bersihan jalan napas tidak efektif, asuhan keperawatan
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Depositing User: Elfira Tarsisia Sareng
Date Deposited: 29 May 2026 04:07
Last Modified: 29 May 2026 04:07
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10161

Actions (login required)

View Item View Item