Amelya Moiritty Purnama Uran, PO5303201230771 (2026) Asuhan Keperawatan Pada Ny. M Dengan Risiko Ketidakseimbangan Cairan Akibat Penyakit Ginjal Kronik Di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (568kB) |
|
|
Text
BAB I (1).pdf Restricted to Registered users only Download (95kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (194kB) |
|
|
Text
BAB IV (1).pdf Download (73kB) |
|
|
Text
DAPUS LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Gagal ginjal kronik merupakan kondisi ketika kemampuan ginjal menurun secara perlahan dan bersifat permanen, yang mengakibatkan tubuh tidak lagi mampu mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit secara optimal.Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, di antaranya penumpukan cairan berlebih dalam tubuh (hipervolemia) yang berpotensi memperparah keadaan pasien jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan berkesinambungan. Hipervolemia yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan edema, gangguan pernapasan, peningkatan tekanan darah, serta komplikasi kardiovaskular sehingga diperlukan penatalaksanaan yang tepat melalui asuhan keperawatan yang komprehensif. Karya tulis ilmiah ini disusun dengan tujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien yang berisiko mengalami ketidakseimbangan cairan, khususnya melalui penerapan manajemen hipervolemia. Metode yang digunakan berlandaskan pada tahapan proses keperawatan, mencakup pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan tindakan, pelaksanaan, serta evaluasi yang dilakukan secara terstruktur. Adapun subjek yang dikaji dalam karya tulis ini adalah seorang pasien yang terdiagnosis gagal ginjal kronik, sedang menjalani terapi hemodialisis, dan memiliki risiko terjadinya hipervolemia.Hasil pengkajian menunjukkan pasien dengan kondisi tubuh kurus disertai edema ringan pada punggung kaki kanan dan kiri tanpa adanya edema generalisata, namun tetap berisiko mengalami kelebihan cairan. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah risiko ketidakseimbangan cairan. Tindakan keperawatan yang diterapkan mencakup pengelolaan kondisi kelebihan cairan tubuh, yaitu dengan memantau jumlah cairan yang masuk dan keluar, mengukur tanda-tanda vital secara rutin, mengamati perkembangan pembengkakan pada tubuh pasien, membatasi konsumsi cairan sesuai dengan program pengobatan yang telah ditetapkan, serta memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarganya tentang betapa pentingnya mematuhi aturan pembatasan cairan tersebut.Hasil evaluasi menunjukkan tidak terjadi peningkatan edema, status cairan pasien tetap terkontrol, dan kondisi klinis relatif stabil. Oleh karena itu, implementasi manajemen hipervolemia dalam pemberian asuhan keperawatan terbukti efektif untuk mencegah terjadinya ketidakseimbangan cairan sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita gagal ginjal kronik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan, Gagal Ginjal Kronik, Risiko Ketidakseimbangan Cairan, Manajemen Hipervolemia |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education R Medicine > RB Pathology R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Mrs Amelya Uran |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 06:14 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 06:14 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10164 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric