Maria Devista Leoanak, PO5303201230785 (2026) Asuhan Keperawatan Pada Tn.G Dengan Diagnosa Medis Myelodiplastic Syndrom (MDS) di Ruangan Kelimutu RSUD Prof Dr.W.Z Johannes Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
KTA Vista_Cover__.pdf Restricted to Registered users only Download (610kB) |
|
|
Text
KTA Vista_BAB 1.pdf Download (274kB) |
|
|
Text
KTA Vista_BAB 2.pdf Download (410kB) |
|
|
Text
KTA Vista_BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (361kB) |
|
|
Text
KTA Vista_BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (222kB) |
|
|
Text
KTA Vista_Daftar Pustaka & Lampiran__________________.pdf Restricted to Registered users only Download (933kB) |
Abstract
Myelodysplastic Syndrome (MDS) merupakan kelainan hematologi akibat gangguan fungsi sumsum tulang yang menyebabkan produksi sel darah tidak efektif sehingga menimbulkan sitopenia seperti anemia, leukopenia, dan trombositopenia. Kondisi ini sering terjadi pada lansia dan dapat berkembang menjadi leukemia mieloid akut. Laporan kasusu ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada Tn.G dengan diagnosa medis MDS di ruangan RSUD Prof Dr.W.Z Johannes Kupang metode yang digunkaan adalah studi kasusu dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intetvensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukan pasien mengeluh nyeri pinggang menjalar kebelakang dengan skala nyeri 6, disertai gusi berdarah, lebam pada kaki dan tangan, tampak pucat dan lemas. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 4,3 g/dL, eritrosit 1,59 juta/µL, hematokrit 13,1%, dan trombosit 17,62 ribu/µL. Diagnosa keperawatan yang ditegakan yaitu risiko perdarahan, risiko infeksi, dan nyeri akut. Intervensi yang dilakukan meliputi pemantauan tanda perdarahan dan infeksi, pemantauan tanda vital, manajemen nyeri, edukasi pasien, serta kolaborasi tindakan transfusi PRC dan trombosit serta pemberian terapi obat. Evaluasi menunjukkan masalah nyeri akut mengalami penurunan dari skala 6 menjadi 3, sedangkan risiko perdarahan dan risiko infeksi masih belum teratasi sepenuhnya sehingga diperlukan pemantauan dan intervensi lanjutan. Kesimpulan dari laporan kasus ini menunjukan bahwa asuhan keperawatan pada pasien MDS perlu dilakukan secara komprehensif melalui pemantauan ketat kondisi pasien, pencegahan komplikasi, serta kolaborasi terapi medis untuk meningkatkan kondisi klinis pasien.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Myelodysplastic Syndrome, MDS, asuhan keperawatan, risiko perdarahan, risiko infeksi, nyeri akut |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education R Medicine > RB Pathology R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Maria Devista Leoanak |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 06:35 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 06:35 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10183 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric