Siti Fatimah, PO5303210151716 (2026) Penerapan Latihan Range Of Moti0n (ROM) Aktif terhadap Gangguan Mobilitas Fisik dalam Asuhan Keperawatan pada pasien post Stroke Non Haemoragic (SNH) di wilayah kerja Puskesmas Onekore Kabupaten Ende. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
KIAN-Siti Fatimah.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang : Stroke Non Hemoragik (SNH) merupakan salah satu penyebab utama gangguan mobilitas fisik akibat kelemahan otot yang dapat menurunkan kemampuan aktivitas sehari-hari. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot dan mempertahankan fungsi sendi adalah latihan Range of Motion (ROM) aktif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menerapkan asuhan keperawatan melalui latihan Range of Motion (ROM) aktif untuk meningkatkan kekuatan otot pada klien dengan gangguan mobilitas fisik post Stroke Non-Haemoragik di wilayah kerja Puskesmas Onekore Kabupaten Ende. Metode : penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pasien dengan subjek seorang klien Stroke Non Hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik. Intervensi berupa latihan ROM aktif diberikan selama 4 hari dengan frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore) selama 20-30 menit/ sesi latihan. Evaluasi dilakukan menggunakan Manual Muscle Testing (MMT) dan observasi kemampuan mobilitas klien. Pengukuran kekuatan otot dilakukan menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Sebelum intervensi, kekuatan otot ekstremitas kanan atas dan kanan bawah berada pada skala MMT 4, sedangkan ekstremitas kiri atas dan kiri bawah pada skala MMT 3. Setelah penerapan latihan ROM aktif selama 4 hari, terjadi peningkatan kekuatan otot pada ekstremitas kanan atas dari MMT 4 menjadi MMT 5 dan ekstremitas kiri atas dari MMT 3 menjadi MMT 4. Kekuatan otot ekstremitas kanan bawah tetap pada MMT 4 dan ekstremitas kiri bawah tetap pada MMT 3. Selain itu, terjadi peningkatan rentang gerak sendi, penurunan kekakuan, peningkatan koordinasi gerakan, serta peningkatan kemampuan klien dalam melakukan perubahan posisi dan mobilisasi secara mandiri. Kesimpulan : Penerapan latihan Range of Motion (ROM) aktif efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, rentang gerak sendi, dan kemampuan mobilitas pada klien post Stroke Non-Haemoragik dengan gangguan mobilitas fisik. Latihan ROM aktif dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diterapkan baik di fasilitas kesehatan maupun di rumah. Diharapkan Latihan ROM aktif bisa dilakukan secara rutin.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stroke Non Hemoragik, Gangguan Mobilitas Fisik, Kekuatan Otot, Range of Motion (ROM) Aktif, Asuhan Keperawatan. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan Jurusan Keperawatan |
| Depositing User: | Mrs. Yosefina Kalasansia Watu |
| Date Deposited: | 22 Jul 2026 12:12 |
| Last Modified: | 22 Jul 2026 12:12 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10602 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric