P05303203230972, Anjenita Djaga Ulle (2026) KARYA TULIS ILMIAH STUDI KASUS IMPLEMENTASI PENERAPAN PEMBERIAN JUS LABU SIAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI PARIFER TIDAK EFEKTIF DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS WAINGAPU. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER_Anjenita ulle.pdf Download (648kB) |
|
|
Text
Bab 1- Anjenita.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
BAB 11- Anjenita.pdf Download (649kB) |
|
|
Text
BAB III_Anjenita.pdf Download (40kB) |
|
|
Text
BAB IV_anjenita ulle.pdf Download (864kB) |
|
|
Text
BAB V_Anjenita.pdf Download (21kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_Anjenita.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN_Anjenita.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Kementrian Kesehatan RI Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang Program Studi Keperawatan Waingapu Karya Tulis Ilmiah, 2026 “ANJENITA DJAGA ULLE ” STUDI KASUS IMPLEMENTASI PENERAPAN PEMBERIAN JUS LABU SIAM TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI PARIFER TIDAK EFEKTIF Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan pemberian jus labu siam (Sechium edule) yang mengandung flavonoid sebagai agen hipotensi. Tujuan: untuk mengetahui penerapan pemberian jus labu siam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan risiko perfusi perifer tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua pasien hipertensi. Intervensi dilakukan dengan memberikan jus labu siam yang dibuat dari 100 gram labu siam dan 180 ml air. Jus labu diberikan satu kali sehari selama lima hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum pemberian intervensi dan diulang 30 menit setelah konsumsi jus labu siam . Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan tekanan darah harian. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian jus labu siam selama 5 hari, terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien serta perbaikan gejala seperti sakit kepala dan pusing. Selain itu, terdapat peningkatan kondisi perfusi perifer yang ditandai dengan perbaikan warna kulit, penurunan nyeri ekstremitas, dan peningkatan aktivitas pasien. Kesimpulan:Hasil: dari penelitian ini adalah pemberian jus labu siam efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian jus labu siam efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hipertensi, jus labu siam, tekanan darah, perfusi perifer, terapi non-farmakologis |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry |
| Divisions: | Prodi Keperawatan Waingapu Jurusan Keperawatan > Prodi Keperawatan Waingapu Jurusan Keperawatan > Prodi Keperawatan Waingapu |
| Depositing User: | Mrs Anjenita Djaga Ulle |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 01:59 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 01:59 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10785 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric