GAMBARAN KADAR RETIKULOSIT DAN HEMOGLOBIN PADA PEDAGANG MAKANAN BAKAR DI KELURAHAN FATULULI KOTA KUPANG

Muhamad Rizki Bahrudin Bambali, PO5303333231051 (2026) GAMBARAN KADAR RETIKULOSIT DAN HEMOGLOBIN PADA PEDAGANG MAKANAN BAKAR DI KELURAHAN FATULULI KOTA KUPANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes kupang.

[img] Text
COVER fix.pdf

Download (488kB)
[img] Text
BAB I fix.pdf

Download (180kB)
[img] Text
BAB II fix.pdf

Download (311kB)
[img] Text
BAB III fix.pdf

Download (227kB)
[img] Text
BAB IV fix.pdf

Download (259kB)
[img] Text
BAB V fix.pdf

Download (162kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA fixxxxx.pdf

Download (195kB)
[img] Text
LAMPIRAN fix.pdf

Download (2MB)

Abstract

Paparan asap pembakaran pada pedagang makanan bakar berpotensi menyebabkan paparan karbon monoksida (CO) yang dapat berikatan dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin (COHb), sehingga mengganggu transportasi oksigen ke jaringan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi proses eritropoiesis yang dapat digambarkan melalui kadar retikulosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar retikulosit pada pedagang makanan bakar di Kelurahan Fatululi Kota Kupang berdasarkan usia, jenis kelamin, masa bekerja, serta kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pedagang makanan bakar yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan retikulosit dilakukan secara mikroskopis menggunakan pewarnaan Brilliant Cresyl Blue (BCB), sedangkan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 responden (46,7%) memiliki kadar retikulosit normal, 8 responden (26,7%) memiliki kadar retikulosit tinggi, dan 8 responden (26,7%) memiliki kadar retikulosit rendah. Kadar retikulosit normal paling banyak ditemukan pada laki-laki sebanyak 10 responden (33,3%), sedangkan kadar retikulosit tinggi lebih banyak ditemukan pada perempuan sebanyak 6 responden (20,0%). Berdasarkan usia, kadar retikulosit normal paling banyak ditemukan pada kelompok remaja (12–25 tahun) sebanyak 8 responden (26,7%). Berdasarkan masa bekerja, kadar retikulosit tinggi paling banyak ditemukan pada responden dengan masa bekerja lebih dari 5 tahun, yaitu 6 responden (20,0%). Kadar hemoglobin menunjukkan 16 responden (53,3%) memiliki kadar normal, 11 responden (36,7%) rendah, dan 3 responden (10,0%) tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar hemoglobin dan kadar retikulosit pada pedagang makanan bakar.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Retikulosit, Hemoglobin, Karbon Monoksida, Pedagang Makanan Bakar, Paparan Asap.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Muhamad Rizki Bahrudin Bambali
Date Deposited: 27 Aug 2026 07:01
Last Modified: 27 Aug 2026 07:01
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11240

Actions (login required)

View Item View Item