Gilbert Reyhan Labu, PO5303333231036 (2026) Pengaruh Lama Pengobatan Terhadap Hasil Rasio Neutrofil Limfosit (Rnl) dan Rasio Monosit Limfosit (Rml) Pada Pasien Yang Mengonsumsi Obat Anti Tb. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
Cover_Gilbert_Baru.pdf Download (588kB) |
|
|
Text
Bab_I_Gilbert.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
Bab_II_Gilbert.pdf Download (419kB) |
|
|
Text
Bab_III_Gilbert.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
Bab_IV_Gilbert.pdf Download (216kB) |
|
|
Text
Bab_V_Gilbert.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
Dapus_Gilbert_Baru.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
Lampiran_Gilbert.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang dapat memicu respons inflamasi dan perubahan komposisi leukosit. Rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) dan Rasio Monosit-Limfosit (RML) merupakan parameter sederhana yang dapat digunakan untuk menggambarkan respons inflamasi pada pasien TB. Lama pengobatan antituberkulosis dapat memengaruhi kondisi inflamasi dan respons imun pasien. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan nilai RNL dan RML berdasarkan lama pengobatan antituberkulosis pada pasien TB paru di Puskesmas Oesapa. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional komparatif. Penelitian dilaksanakan pada 17 April–20 Mei 2026 di Puskesmas Oesapa dan pemeriksaan darah dilakukan di Laboratorium Utama ASA Kupang. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien TB paru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan terhadap jumlah neutrofil, limfosit, dan monosit dari sampel darah lengkap, kemudian digunakan untuk menghitung nilai RNL dan RML. Analisis perbedaan nilai RNL dan RML berdasarkan lama pengobatan dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney U dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebanyak 28 responden (93,3%) memiliki nilai RNL dalam kategori normal, sedangkan seluruh responden (100%) memiliki nilai RML dalam kategori normal. Responden didominasi kelompok usia 19–59 tahun sebanyak 26 orang (86,7%) dan perempuan sebanyak 17 orang (56,7%). Berdasarkan lama pengobatan, 14 responden (46,7%) berada pada fase intensif dan 16 responden (53,3%) pada fase lanjutan. Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai RNL berdasarkan lama pengobatan (p = 0,124) maupun pada nilai RML (p = 0,441).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkulosis paru, lama pengobatan, Rasio Neutrofil-Limfosit, Rasio Monosit-Limfosit, inflamasi. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Gilbert Reyhan Labu |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 03:09 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 03:09 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11660 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric