HIZKIA REMINDAU, PO5303202230047 (2026) GAMBARAN PENGETAHUAN PASIEN TUBERKULOSIS MENGENAI BATUK EFEKTIF DI RSUD ENDE. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Kupang.
|
Text
KTI HIZKIA REMINDAU 2026 (1).pdf Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Gambaran Pengetahuan Pasien Tuberkulosis Mengenai Batuk Efektif Di Rsud Ende Hizkia Remindau (1) Rif’atunnisa, S.Kep.,Ns.,M.Kep (2) Try Ayu Patmawati, S.Kep., Ns.,M.Kep (3) Email: ikhyremindau@gmail.com Latar belakang. Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar melalui udara. Pada saat pasien TBC batuk, bersin, atau meludah, maka bakteri TBC akan menyebar ke udara dan dapat dihirup oleh orang di sekitarnya Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien tuberkulosis mengenai batuk efektif di RSUD Ende Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 responden dengan purposive sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner Hasil. Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (74,3%), berada pada rentang usia produktif/dewasa 46–55 tahun (34,3%), memiliki latar belakang pendidikan terakhir SMA (57,1%), dan berstatus tidak bekerja (51,4%). Tingkat pengetahuan pasien mengenai batuk efektif secara umum didominasi oleh kategori pengetahuan cukup. Berdasarkan gender, kelompok laki-laki paling banyak memiliki pengetahuan cukup (78,9%), Berdasarkan usia, kelompok usia 46-55 tahun memiliki sebaran seimbang antara pengetahuan baik (42,9%) dan cukup (31,6%), Berdasarkan pendidikan, lulusan SMA mendominasi pengetahuan cukup (55,6%) dan seluruh lulusan Perguruan Tinggi berpengetahuan baik (100%), sedangkan lulusan SD menyumbang angka pengetahuan cukup tertinggi (52,6%), Berdasarkan pekerjaan, responden yang bekerja sebagai petani mendominasi oleh kategori pengetahuan cukup (52,6%). Meskipun pemahaman dasar responden terhadap definisi (97,1%) dan manfaat batuk efektif (88,6%) tergolong tinggi, kesenjangan serius masih ditemukan pada aspek teknis dan etika. Mayoritas responden salah memahami posisi tubuh yang benar (51,4%), mengabaikan pentingnya cuci tangan setelah batuk (54,3%), dan menganggap batuk efektif tidak diperlukan jika sudah meminum obat (54,3%). Kesenjangan ini juga berisiko pada penularan penyakit, di mana 45,7% responden masih keliru menganggap pembuangan dahak TB di lantai atau tempat sampah terbuka diperbolehkan. Kata Kunci: Pengetahuan, Tuberkulosis, Batuk Efektif
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pengetahuan,tuberkulosis, batuk efektif |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Program Studi DIII Keperawatan Ende Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Ende Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Ende |
| Depositing User: | Hizkia Remindau |
| Date Deposited: | 09 Sep 2026 03:23 |
| Last Modified: | 09 Sep 2026 03:23 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11798 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric