GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DAN RASIO MONOSIT LIMFOSIT BERDASARKAN FASE PENGOBATAN PADA PENDERITA TB DENGAN TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS

Juan Frederyk Saba Dima, PO5303333231041 (2026) GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DAN RASIO MONOSIT LIMFOSIT BERDASARKAN FASE PENGOBATAN PADA PENDERITA TB DENGAN TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS. Diploma thesis, POLTEKES KEMENKES KUPANG.

[img] Text
COVERRRRRR.pdf

Download (647kB)
[img] Text
bab 1 junn.pdf

Download (174kB)
[img] Text
bab 2 junnnnnn.pdf

Download (327kB)
[img] Text
bab 3 jun.pdf

Download (215kB)
[img] Text
bab 4 junn.pdf

Download (240kB)
[img] Text
bab 5 jun.pdf

Download (135kB)
[img] Text
daftar pustaka junnnnnn.pdf

Download (168kB)
[img] Text
lampirannnn junnnn.pdf

Download (2MB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan dapat memicu respons inflamasi serta perubahan jumlah sel leukosit. Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dan Rasio Monosit Limfosit (RML) merupakan parameter sederhana yang dapat digunakan sebagai indikator tambahan untuk menggambarkan respons inflamasi pada pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan RNL dan RML berdasarkan fase pengobatan pada penderita TB paru yang menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di Puskesmas Tarus. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien TB paru yang sedang menjalani pengobatan OAT fase intensif maupun fase lanjutan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan terhadap jumlah neutrofil, limfosit, dan monosit dari sampel darah vena dengan antikoagulan EDTA, kemudian dihitung nilai RNL dan RML. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 pasien, sebanyak 26 pasien (86,67%) memiliki nilai RNL normal dan 4 pasien (13,33%) memiliki nilai RNL tinggi. Seluruh pasien (100%) memiliki nilai RML dalam kategori normal. Berdasarkan jenis kelamin, RNL tinggi lebih banyak ditemukan pada laki-laki sebanyak 3 pasien (10%) dibandingkan perempuan sebanyak 1 pasien (3,33%). Berdasarkan usia, RNL tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok dewasa usia 19–59 tahun sebanyak 3 pasien (10%), sedangkan pada kelompok lansia sebanyak 1 pasien (3,33%). Berdasarkan fase pengobatan, seluruh pasien dengan RNL tinggi ditemukan pada fase lanjutan sebanyak 4 pasien (13,33%), sedangkan pada fase intensif tidak ditemukan RNL tinggi. Sementara itu, seluruh pasien pada kedua fase pengobatan memiliki nilai RML normal. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien TB paru memiliki nilai RNL dan RML normal. Peningkatan RNL lebih banyak ditemukan pada laki-laki, kelompok usia dewasa, dan pasien pada fase lanjutan pengobatan, sedangkan RML seluruh responden berada dalam kategori normal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis paru, Rasio Neutrofil Limfosit, Rasio Monosit Limfosit, fase pengobatan, Obat Anti Tuberkulosis.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Juan Frederyk Saba Dima
Date Deposited: 09 Sep 2026 08:08
Last Modified: 09 Sep 2026 08:08
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11843

Actions (login required)

View Item View Item