DAYA TERIMA DAN NILAI GIZI KUE LUMPUR DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU DAN TEPUNG KACANG MERAH UNTUK BALITA GIZI KURANG

ELISABETH DIANA TRISNA, PO5303241231208 (2026) DAYA TERIMA DAN NILAI GIZI KUE LUMPUR DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU DAN TEPUNG KACANG MERAH UNTUK BALITA GIZI KURANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER 1-14.pdf

Download (831kB)
[img] Text
BAB I 15 - 21.pdf

Download (297kB)
[img] Text
BAB II 22-37.pdf

Download (420kB)
[img] Text
BAB III 38-44.pdf

Download (352kB)
[img] Text
BAB IV 45-56.pdf

Download (315kB)
[img] Text
BAB V 57.pdf

Download (206kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA 58-61.pdf

Download (241kB)
[img] Text
LAMPIRAN 62-76.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Gizi kurang adalah suatu keadaan yang dapat dilihat secara antropometri dengan menggunakan indeks BB/TB dengan ambang batas -3 SD sampai dengan <-2. Menurut UNICEF ada dua penyebab langsung terjadinya gizi kurang pada balita yaitu kurangnya asupan gizi dari makanan dan akibat terjadinya penyakit yang mengakibatkan infeksi. Berdasarkan Data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 status gizi balita di Indonesia pada tahun 2021 mencakup gizi kurang 7,1% dan Pada tahun 2023 mengalami penurunan yaitu 6,4% Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang hijau dan tepung kacang merah terhadap daya terima kue lumur(warna, aroma, tekstur, rasa) dan terhadap kandungan gizi kue lumpur (energi, protein, lemak, karbohidrat) sebagai upaya mengatasi kekurangan gizi pada balita gizi kurang. Metode Penelitian : Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan eksperimental menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) yang mencakupi tiga variasi perlakuan, yaitu P1, P2, dan P3. Masing-masing perlakuan melibatkan substitusi tepung kacang hijau dan tepung kacang merah dalam pembuatan kue lumpur dengan komposisi kacang hijau ( 5%, 10%, 15% ) dan kacang merah (20%, 35%, 50% ). Analisis statistic menggunakan uji Normalitas dan dilanjutkan uji Kruskal-Walis. Hasil : Konversi kacang hijau menjadi tepung adalah 2:1 dan konversi kacang merah menjadi tepung adalah 2,16:1. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa kue lumpur dengan substitusi tepung kacang hijau dan tepung kacang merah pada perlakuan P1 dan P2 memiliki tingkat kesukaan tertinggi pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa, begitu juga dengan perlakuan P3 untuk kategori tekstur dan rasa menunjukan kategori sangat suka. sedangkan perlakuan P3 untuk kategori warna dan aroma menunjukan kategosi suka. Uji Kruskal-walis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa (P value >0,05). Kesimpulan : Substitusi tepung kacang hijau dan tepung kacang merah dalam pembuatan kue lumpur dapat diterima dengan baik dan disukai oleh panelis. kue lumpur dengan perlakuan P3 direkomendasikan karena memiliki nilai gizi protein yang tinggi dan dapat membantu mengatasi masalah gizi kurang pada balita . Kata Kunci : Gizi kurang pada balita, kue lumpur, Tepung kacang hijau dan tepung kacang merah, Organoleptik, Nilai gizi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Gizi kurang pada balita, kue lumpur, Tepung kacang hijau dan tepung kacang merah, Organoleptik, Nilai gizi.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Jurusan Gizi > Gizi
Jurusan Gizi > Gizi
Gizi
Depositing User: Elisabeth Diana Trisna
Date Deposited: 10 Sep 2026 03:32
Last Modified: 10 Sep 2026 03:32
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11871

Actions (login required)

View Item View Item