KARYA TULIS ILMIAH STUDI KASUS IMPLEMENTASI PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SELEDRI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH RESIKO PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAINGAPU

PO53032032986, FANI ANGGAREHI RAMBU HADA (2026) KARYA TULIS ILMIAH STUDI KASUS IMPLEMENTASI PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SELEDRI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH RESIKO PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAINGAPU. Diploma thesis, Poltekkes kemenkes kupang.

[img] Text
COVER_FANI.pdf

Download (480kB)
[img] Text
BAB 1_FANI.pdf

Download (91kB)
[img] Text
FANI_ BAB 2.pdf

Download (721kB)
[img] Text
FANI_ BAB 3.pdf

Download (44kB)
[img] Text
FANI_BAB 4.pdf

Download (952kB)
[img] Text
FANI_ BAB 5.pdf

Download (11kB)
[img] Text
FANI_ DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (13kB)
[img] Text
FANI_LAMPIRAN (1).pdf

Download (877kB)

Abstract

ABSTRAK Kementerian Kesehatan RI Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang Program Studi Keperawatan Waingapu Karya Tulis Ilmiah FANI ANGGAREHI RAMBU HADA “IMPLEMENTASI PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SELEDRI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH RESIKO PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAINGAPU “ XIV+78 Halaman + Daftar Gambar 2 Halaman + Daftar Tabel 29 Halaman Latar Belakang: Hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan utama yang sering muncul dikalangan masyarakat dan memicu berbagai komplikasi seperti stroke,penyakit ja ntung, dan gangguan fungsi ginjal. Upaya pengendalian Hipertensi tidak hanya dilakukan melalui pengobatan medis, tetapi juga dapat didukung dengan pemanfaatan terapi herbal. Salah satu tanaman yang sering digunakan adalah daun seledri karena mengandung berbagai senyawa aktif yang diduga berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah.Tujuan: Menggambarkan perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah pemberian rebusan daun seledri.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua pasien hipertensi. Intervensi dilakukan dengan memberikan rebusan daun seledri yang dibuat dari 200 gram daun seledri dan 600 ml air yang direbus hingga tersisa 250 ml. Rebusan diberikan satu kali sehari selama lima hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum pemberian intervensi dan diulang 30 menit setelah konsumsi rebusan daun seledri. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan tekanan darah harian.Hasil: Hasil pengamatan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua pasien. Rata-rata tekanan darah pasien pertama menurun dari 169,2/91,8 mmHg menjadi 159,2/85 mmHg, sedangkan pada pasien kedua menurun dari 173,6/90 mmHg menjadi 164/84 mmHg. Rerata penurunan tekanan darah sistolik masing-masing sebesar 10 mmHg dan 9,6 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun sebesar 6,8 mmHg dan 6 mmHg.Kesimpulan: Pemberian rebusan daun seledri selama lima hari menunjukkan kecenderungan menurunkan tekanan darah pada kedua pasien hipertensi dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: hipertensi, rebusan daun seledri, terapi herbal, tekanan darah, studi kasus.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Program Studi DIII Keperawatan
Depositing User: Mrs FANI ANGGAREHI RAMBU HADA
Date Deposited: 21 Sep 2026 07:26
Last Modified: 21 Sep 2026 07:26
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/12099

Actions (login required)

View Item View Item