Penerapan Intervensi Active Cycle Of Breathing Untuk Menurunkan Sesak Napas Pada Pasien Tb Paru Di Ruang Isolasi Rsud Waikabubak Kabupaten Sumba Barat

Fredy Maximilan Ama, Po5303212220431 (2025) Penerapan Intervensi Active Cycle Of Breathing Untuk Menurunkan Sesak Napas Pada Pasien Tb Paru Di Ruang Isolasi Rsud Waikabubak Kabupaten Sumba Barat. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER.pdf

Download (396kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (92kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (560kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (89kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (655kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (144kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (185kB)
[img] Text
DAFTAR LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular dengan angka kematian yang tinggi secara global. TB paru dapat menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan yang memicu sesak napas akibat kegagalan pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida. Kondisi ini berisiko menimbulkan pola napas tidak efektif. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi sesak napas adalah teknik Active Cycle of Breathing (ACB). Tujuan: Menggambarkan penerapan intervensi Active Cycle of Breathing dalam mengurangi sesak napas, membantu pengeluaran sputum, serta membersihkan jalan napas pada pasien TB paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 2 responden. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria: pasien terdiagnosis TB paru, usia 20– 75 tahun, kesadaran compos mentis, menjalani rawat inap minimal 3 hari, mengalami gangguan fungsi respirasi ringan hingga sedang, dan tidak memiliki komplikasi berat. Intervensi ACB diberikan selama 3 hari bersamaan dengan asuhan keperawatan. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari, pasien 1 menunjukkan penurunan frekuensi napas dari 26x/menit menjadi 22x/menit dengan saturasi oksigen 98%, pasien merasa lebih rileks dan tidak mengeluh sesak napas. Pasien 2 mengalami penurunan frekuensi napas dari 25x/menit menjadi 23x/menit dengan saturasi oksigen 99%, serta melaporkan kondisi lebih nyaman tanpa sesak napas. Teknik ACB merupakan kombinasi pernapasan melalui hidung, diafragma, dan kontrol pursed lips breathing dengan posisi tubuh condong ke depan. ACB terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen serta memperbaiki pola pernapasan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk mengatasi sesak napas pada pasien TB paru. Kesimpulan: Penerapan Active Cycle of Breathing efektif dalam mengurangi sesak napas pada pasien tuberkulosis dengan membantu menormalkan ekspansi paru dan menurunkan kebutuhan oksigen. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu strategi keperawatan pada pasien TB paru.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Active Cycle of Breathing, frekuensi napas, tuberkulosis.
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LA History of education
R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RE Ophthalmology
R Medicine > RG Gynecology and obstetrics
R Medicine > RL Dermatology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RT Nursing
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
R Medicine > RX Homeopathy
Divisions: Program Studi DIII Keperawatan Waikabubak
Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Waikabubak
Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Waikabubak
Depositing User: Mr Fredy Maximilan Am
Date Deposited: 01 Oct 2025 04:18
Last Modified: 01 Oct 2025 04:18
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/9263

Actions (login required)

View Item View Item