Efektivitas Fisioterapi Dada ( Perkusi Dan Vibrasi ) Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Anak Usia 1-5 Tahun Dengan Ispa Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa

Raningsi Triksia Bonita Mesah, PO5303209241431 (2025) Efektivitas Fisioterapi Dada ( Perkusi Dan Vibrasi ) Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Anak Usia 1-5 Tahun Dengan Ispa Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
cover-Raningsi.pdf

Download (548kB)
[img] Text
pdf bab 1.pdf

Download (508kB)
[img] Text
BAB II pdf.pdf

Download (669kB)
[img] Text
BAB III pdf.pdf

Download (685kB)
[img] Text
BAB IV pdf.pdf

Download (643kB)
[img] Text
BAB V pdf.pdf

Download (338kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA pdf.pdf

Download (576kB)
[img] Text
lampiran 2.pdf

Download (5MB)

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia balita, terutama di negara berkembang. Salah satu manifestasi ISPA adalah penumpukan lendir (sputum) di saluran napas, yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Fisioterapi dada, melalui teknik perkusi dan vibrasi, merupakan metode non-farmakologis yang dapat membantu mengeluarkan sputum dan memperbaiki fungsi pernapasan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fisioterapi dada (perkusi dan vibrasi) terhadap pengeluaran sputum pada anak usia 1–5 tahun dengan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 30 anak usia 1–5 tahun yang didiagnosis ISPA, dibagi dalam kelompok intervensi (n=15) dan kontrol (n=15) Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi berupa tindakan fisioterapi dada dilakukan pada kelompok perlakuan, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat intervensi. Data dikumpulkan melalui observasi pre dan post intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk perbedaan pre-post dalam kelompok,dan uji Mann-Whitney untuk perbandingan perbedaan antar kelompok. Hasil: Terdapat peningkatan pengeluaran sputum yang signifikan antara kelompok intervensi setelah diberikan intervensi fisioterapi dada (p < 0,05, uji Wilcoxon ). Uji maan-Whitney juga menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p <0,05). Kesimpulan: Fisioterapi dada (perkusi dan vibrasi) efektif meningkatkan pengeluaran sputum pada anak usia 1–5 tahun yang mengalami ISPA. Tindakan ini dapat dijadikan intervensi keperawatan yang bermanfaat dalam memperbaiki bersihan jalan napas anak.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Fisioterapi dada, perkusi, vibrasi, sputum, ISPA, anak usia 1–5 tahun
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Jurusan Keperawatan
Jurusan Keperawatan
Depositing User: Mrs raningsi mesah
Date Deposited: 07 Oct 2025 01:44
Last Modified: 07 Oct 2025 07:14
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/9457

Actions (login required)

View Item View Item