Pengaruh Edukasi Metode Mind Mapping Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Menular Seksual Pada Komunitas Independent Man Of Flobamora Di Kota Kupang

Stefany Ernestine Hayansia Sun, PO5303209211507 (2025) Pengaruh Edukasi Metode Mind Mapping Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Menular Seksual Pada Komunitas Independent Man Of Flobamora Di Kota Kupang. Other thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
SKRIPSI Stefany.pdf

Download (5MB)

Abstract

Latar Belakang: Penyakit menular seksual (PMS) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, khususnya pada kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang merupakan golongan yang rentan terkena penyakit menular seksual yang lebih besar karena perilaku seksual multipartner, rendahnya konsistensi penggunaan kondom, dan keterbatasan akses pada layanan kesehatan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan PMS pada komunitas Independent Man of Flobamora di Kota Kupang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest dengan 30 responden yang dipilih secara purposive sampling. Edukasi kesehatan diberikan menggunakan metode mind mapping melalui 3 sesi dalam 1 minggu, kemudian diukur dengan kuesioner yang dikembangkan oleh Salas-Marquez dalam artikel berjudul “Development of a Questionnaire on Knowledge, Habits, and Attitudes on Sexually Transmitted Infections in Teenagers and Young Adults”. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian: Sebelum intervensi, perilaku pencegahan PMS masih rendah. Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (30,0%) dan kurang (50,0%), sikap cukup positif (66,7%), serta tindakan dominan kategori cukup (80,0%). Setelah diberikan edukasi dengan metode mind mapping, terjadi peningkatan signifikan: pengetahuan baik (56,7%), sikap positif (83,3%), dan tindakan baik dan sangat baik (30,0%). Uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pengetahuan (p = 0,003), sikap (p = 0,000), dan tindakan (p = 0,049). Kesimpulan: Media mind mapping terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap responden, namun hanya sedikit berpengaruh pada perubahan perilaku pencegahan IMS. Mind mapping memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi secara visual, menarik, dan mudah dipahami, sehingga memudahkan responden dalam mengingat dan menghubungkan konsep penting. Keterbatasan hasil terhadap perilaku dipengaruhi oleh durasi intervensi yang singkat serta faktor eksternal seperti lingkungan, pasangan, dan akses pencegahan. Oleh karena itu, mind mapping perlu dipadukan dengan intervensi lain seperti konseling berulang, pendampingan, penguatan dukungan sosial, maupun pemberian media interaktif, agar mampu mendorong perubahan perilaku yang lebih optimal.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Penyakit menular seksual, Mind Mapping, Edukasi, pengetahuan, sikap, tindakan, LGBT.
Subjects: L Education > LC Special aspects of education
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RT Nursing
Divisions: Jurusan Keperawatan
Jurusan Keperawatan
Depositing User: Mrs stefany sun
Date Deposited: 13 Oct 2025 09:20
Last Modified: 13 Oct 2025 09:20
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/9828

Actions (login required)

View Item View Item