Dan Marsel Likamuti, PO5303201230736 (2026) Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi melalui Tindakan Nebulisasi pada An. Y dengan Bronkopneumonia di Ruang Flamboyan RSUP dr. Ben Mboi Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
marsel-1-18.pdf Restricted to Registered users only Download (596kB) | Request a copy |
|
|
Text
marsel_fix-19-22.pdf Restricted to Registered users only Download (146kB) | Request a copy |
|
|
Text
marsel_fix-23-53.pdf Restricted to Registered users only Download (328kB) | Request a copy |
|
|
Text
marsel_fix-54-79.pdf Restricted to Registered users only Download (346kB) | Request a copy |
|
|
Text
marsel_fix-80-82.pdf Restricted to Registered users only Download (175kB) | Request a copy |
|
|
Text
marsel_fix-83-88.pdf Restricted to Registered users only Download (671kB) | Request a copy |
Abstract
Bronkopneumonia merupakan salah satu infeksi saluran pernapasan bawah yang sering terjadi pada anak dan dapat menyebabkan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi akibat proses inflamasi pada bronkiolus dan alveoli. Kondisi ini ditandai peningkatan produksi sekret, gangguan ventilasi, serta penurunan pertukaran gas yang memunculkan sesak napas, batuk berdahak, takipnea, penggunaan otot bantu napas, dan penurunan saturasi oksigen. Jika tidak ditangani dengan tepat, bronkopneumonia dapat menimbulkan komplikasi serius pada anak. Tujuan karya tulis akhir ini adalah menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi melalui tindakan nebulisasi pada anak dengan bronkopneumonia. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi pada An. Y di Ruang Flamboyan RSUP dr. Ben Mboi Kupang. Diagnosa utama adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret, dengan intervensi berupa pemantauan respirasi, terapi oksigen, posisi semi-Fowler, manajemen jalan napas, dan kolaborasi nebulisasi. Hasil evaluasi selama 3×24 jam menunjukkan perbaikan respirasi bertahap ditandai penurunan frekuensi napas, peningkatan SpO₂ dari 80% menjadi 97%, serta hilangnya wheezing. Kesimpulan karya tulis akhir ini menunjukkan bahwa asuhan keperawatan sistematis, terencana, dan berfokus pada manajemen jalan napas serta kolaborasi nebulisasi efektif memperbaiki kondisi respirasi pasien hingga masalah keperawatan teratasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bronkopneumonia, kebutuhan oksigenasi, nebulisasi, asuhan keperawatan anak, bersihan jalan napas tidak efektif |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education R Medicine > RJ Pediatrics R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | Dan marsel likamuti Likamuti |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 06:23 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 06:23 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/9921 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric