Wandah Indriani Marlinda Tlonaen, PO5303201230814 (2026) Asuhan Keperawatan Pada An A.M Dengan Masalah Ketidakefektifan Pola Napas Akibat Efusi Pleura di Ruangan Garuda RSUD S.K Lerik Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes kemenkes kupang.
|
Text
Cover KTA.pdf Download (950kB) |
|
|
Text
BAB I KTA.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
BAB II KTA.pdf Download (789kB) |
|
|
Text
BAB III KTA.pdf Download (814kB) |
|
|
Text
BAB IV KTA.pdf Download (357kB) |
|
|
Text
DAPUS KTA.pdf Download (254kB) |
|
|
Text
Lampiran KTA.pdf Download (906kB) |
Abstract
Latar Belakang : Efusi pleura merupakan kondisi patologis yang ditandai oleh akumulasi cairan berlebih di dalam rongga pleura, yaitu ruang antara pleura viseralis dan pleura parietalis. Penumpukan cairan ini menghambat ekspansi paru secara optimal sehingga mengganggu ventilasi dan perfusi paru, yang berdampak pada penurunan proses oksigenasi jaringan. Tujuan: mengetahui asuhan keperawatan pada An A.M dengan masalah ketidakefektifan pola napas akibat efusi pleura di Ruangan Garuda RSUD S.K Lerik Kota Kupang. Metode: studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif. Subjek dalam laporan kasus ini berjumlah satu orang pasien anak perempuan berusia 13 tahun. Hasil: pengkajian menunjukkan bahwa pasien tampak lemah, adanya penggunaan otot bantu napas, fase ekspirasi memanjang, pola napas abnormal (tapiknea), RR: 30X/menit. Diagnosis keperawatan yang ditegakan: pola napas tidak efektif berhubungan dengan penurunan ekspansi paru akibat penumpukan cairan di pleura, dibuktikan dengan pasien tampak lemah, adanya penggunaan otot bantu napas, adanya cairan dalam rongga pleura , fase ekspirasi memanjang, pola napas abnormal (tapiknea), RR: 30X/menit. Intervensi keperawatan: berfokus pada manajemen jalan napas (I. 01011) yaitu, dengan tindakan: Observasi: monitor pola napas (frekuensi, kedalaman, usaha napas), monitor bunyi napas tambahan. Terapeutik: posisikan semi fowler/fowler, berikan minum hangat, berikan oksigen, jika perlu. Edukasi: batasi asupan cairan. Kolaborasi: Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran, dan mukolitik, jika perlu. Implementasi: dilakukan selama 3 hari yaitu: monitoring tanda vital dan respirasi, mengatur posisi semi fowler, monitoring balance cairan, kolaborasi pemberian obat diuretik dan monitoring. Evaluasi: dispnea membaik, frekuensi napas membaik, penggunaan otot bantu napas membaik, pemanjangan fase ekspirasi menurun, RR: 24x/menit. Assesment: Masalah pola napas tidak efektif teratasi. Planning: Semua intervensi dihentikan. Kesimpulan: asuhan keperawatan yang komperehensif dapat membantu dalam mengatasi masalah ketidakefektifan pola napas pada pasien dengan efusi pleura.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asuhan Keperawatan, pola napas tidak efektif, efusi pleura |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Jurusan Keperawatan > Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan Program Studi DIII Keperawatan |
| Depositing User: | wandah indriani marlinda Tlonaen |
| Date Deposited: | 07 May 2026 08:24 |
| Last Modified: | 07 May 2026 08:24 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/9985 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric