Maria Thersilda Naikteas, PO5303330230189 (2026) Gambaran Kondisi Jamban di Kelurahan Oesao Kabupaten Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER_TUGAS AKHIR.pdf Download (733kB) |
|
|
Text
BAB I_TUGAS AKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (134kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB II_TUGAS AKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (336kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB III_TUGAS AKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (272kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV_TUGAS AKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V_TUGAS AKHIR.pdf Restricted to Registered users only Download (30kB) | Request a copy |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_TUGAS AKHIR.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN_TUGAS AKHIR.pdf Download (1MB) |
Abstract
Sanitasi jamban merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah terjadinya penyakit berbasis lingkungan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sanitasi dapat mencemari tanah dan air serta meningkatkan risiko penularan penyakit.Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis jamban, kepemilikan jamban, kondisi sanitasi jamban, serta pemanfaatan dan pemeliharaan jamban di Kelurahan Oesao Kabupaten Kupang Tahun 2026. Jenis penelitian adalah deskriptif. Variabelnya meliputi jenis jamban, kepemilikan jamban, kondisi sanitasi jamban berdasarkan tingkat risiko pencemaran, dan pemanfaatan dan pemeliharaan jamban. Populasi adalah seluruh rumah tangga di Kelurahan Oesao. Sampel sebanyak 93 rumah yang dipilih menggunakan metode non acak. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan data dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis jamban leher angsa (85%), plengsengan (11%), dan cemplung (4%). Kepemilikan jamban, 80% memiliki jamban sendiri, dan 20% belum memiliki (sharing/komunal). Kondisi sanitasi jamban, dengan tingkat risiko rendah (96%), dan 4% risiko sedang. Pemanfaatan jamban dan pemeliharaan jamban menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pemanfaatan jamban kategori baik sebesar 43% dan kategori kurang sebesar 57%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa jenis jamban yang paling banyak digunakan yaitu leher angsa. Kepemilikan jamban yang ada di Kelurahan Oesao adalah sebagian masyarakat sudah memiliki jamban, tingkat risiko pencemaran rendah, namun masih ditemukan beberapa kondisi sanitasi jamban yang belum memenuhi syarat kesehatan. Disarankan kepada masyarakat agar selalu menyediakan sabun di jamban, memperbaiki konstruksi lantai jamban agar tidak licin dan rapat, melindungi ventilasi dari masuknya serangga, membersihkan jamban setiap hari, dan menghentikan perilaku buang air besar sembarangan. Bagi petugas kesehatan, perlu dilakukan penyuluhan dan pemantauan berkala terhadap kondisi sanitasi jamban di wilayah Kelurahan Oesao.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jenis Jamban, Kepemilikan, Tingkat Risiko, Pemanfaatan dan Pemeliharaan Jamban |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Maria Thersilda Naikteas |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 01:03 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 01:03 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10244 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric