FORMULASI BAKSO BERBASIS HATI AYAM DAN BAYAM MERAH SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN BAGI IBU HAMIL ANEMIA

Odilia Selviana Mbulu, PO5303241231275 (2026) FORMULASI BAKSO BERBASIS HATI AYAM DAN BAYAM MERAH SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN BAGI IBU HAMIL ANEMIA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER LTA ODILIA SELVIANA MBULU1.pdf

Download (648kB)
[img] Text
BAB I LTA ODILIA SELVIANA MBULU.pdf

Download (249kB)
[img] Text
BAB II LTA ODILIA SELVIANA MBULU.pdf

Download (320kB)
[img] Text
BAB III LTA ODILIA SELVIANA MBULU.pdf

Download (219kB)
[img] Text
BAB IV LTA ODILIA SELVIANA MBULU.pdf

Download (263kB)
[img] Text
BAB V LTA ODILIA SELVIANA MBULU.pdf

Download (144kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA LTA REPOSITORY REVISI Ica 6.pdf

Download (181kB)
[img] Text
LAMPIRAN LTA ODILIA SELVIANA MBULU111.pdf

Download (1MB)

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu masalah gizi yang berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Kekurangan zat besi merupakan penyebab utama anemia sehingga diperlukan alternatif makanan selingan yang kaya zat besi. Hati ayam merupakan sumber zat besi heme yang memiliki bioavailabilitas tinggi, sedangkan bayam merah mengandung zat besi dan vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen tiga perlakuan, yaitu P1 (hati ayam 55% dan bayam merah 20%), P2 (hati ayam 60% dan bayam merah 15%), dan P3 (hati ayam 65% dan bayam merah 10%). Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis yang menilai aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Kandungan gizi dihitung menggunakan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki tingkat penerimaan pada kategori agak suka hingga suka dengan skor rata-rata 3,2–4,0. Formula P3 memperoleh nilai tertinggi pada aspek warna (3,8) dan aroma (4,0), sedangkan formula P2 memperoleh nilai tertinggi pada aspek tekstur (3,7) dan rasa (3,6). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap daya terima berdasarkan aspek warna (p=0,423), aroma (p=0,145), tekstur (p=0,281), dan rasa (p=0,492) (p>0,05). Berdasarkan perhitungan nilai gizi, formula P3 memiliki kandungan gizi tertinggi, yaitu energi 23,69 kkal, protein 1,51 g, lemak 1,47 g, karbohidrat 1,07 g, zat besi 0,50 mg, dan vitamin C 0,27 mg per buah bakso (10 gram). Penambahan hati ayam dan bayam merah tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap daya terima bakso, namun meningkatkan kandungan gizi terutama zat besi. Formula P3 merupakan formulasi terbaik karena memiliki kandungan zat besi tertinggi sehingga berpotensi dijadikan alternatif makanan selingan bagi ibu hamil anemia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Anemia, ibu hamil, bakso, hati ayam, bayam merah, daya terima, zat besi.
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2300 Higher Education
Divisions: Jurusan Gizi > Gizi
Jurusan Gizi > Gizi
Gizi
Depositing User: Odilia Selviana Mbulu
Date Deposited: 24 Aug 2026 08:41
Last Modified: 24 Aug 2026 08:41
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10846

Actions (login required)

View Item View Item