Yemima Karenina Putrigumaria Bessie, PO5303333231164 (2026) GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA ANAK STUNTING DI PUSKESMAS BAKUNASE KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER (1).pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (779kB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
BAB 5 FIX.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
DAPUS FIX SUDAH.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (1).pdf Download (1MB) |
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anak stunting berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, perkembangan, serta penurunan kemampuan kognitif. Salah satu faktor yang berhubungan dengan stunting adalah kadar hemoglobin. Kadar hemoglobin yang rendah dapat menyebabkan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan tubuh sehingga menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar hemoglobin pada anak stunting perlu dilakukan untuk mengetahui gambaran status hemoglobin sebagai dasar dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia. Tujuan: Mengetahui gambaran kadar hemoglobin pada anak stunting di Puskesmas Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan ibu, tingkat pengetahuan ibu, dan pekerjaan orang tua. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang pada tahun 2026. Sampel penelitian berjumlah 30 anak stunting yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan menggunakan Hematology Analyzer pada sampel darah vena EDTA, sedangkan data karakteristik responden diperoleh melalui lembar observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 anak (63%) memiliki kadar hemoglobin normal dan 11 anak (37%) memiliki kadar hemoglobin rendah. Kadar hemoglobin rendah lebih banyak ditemukan pada anak usia 2–3 tahun dan 4–5 tahun, berjenis kelamin laki-laki, memiliki ibu dengan tingkat pendidikan SMP, ibu dengan tingkat pengetahuan cukup, serta orang tua yang bekerja sebagai petani. Sebagian besar anak stunting memiliki kadar hemoglobin normal, namun pemantauan kadar hemoglobin dan pemenuhan kebutuhan gizi tetap diperlukan untuk mencegah anemia dan mendukung pertumbuhan anak.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Stunting, Hemoglobin, Anemia, Balita. |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Yemima Karenina Putrigumaria Bessie |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:43 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:43 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11071 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric