Father Nyong Omay, PO5303333231131 (2026) PREVALENSI JAMUR POSITIF PADA PEMERIKSAAN PEWARNAAN GRAM DAHAK PASIEN DI RSUD S.K. LERIK PERIODE JANUARI 2025 – MARET 2026. Diploma thesis, Poltekkes.
|
Text
covv.pdf Download (842kB) |
|
|
Text
bab 1 faderr.pdf Download (210kB) |
|
|
Text
bab 2 fade.pdf Download (344kB) |
|
|
Text
bab3 fader.pdf Download (210kB) |
|
|
Text
bab 4 fader.pdf Download (257kB) |
|
|
Text
bab 5 fader.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
cover fixxx.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Download (1MB) |
Abstract
Infeksi jamur pada saluran pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat ditemukan pada pasien dengan kondisi tertentu, terutama pada individu dengan gangguan sistem imun dan penyakit penyerta. Pemeriksaan pewarnaan Gram dahak merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium awal yang dapat memberikan gambaran keberadaan elemen jamur seperti sel ragi dan hifa. Namun, data mengenai prevalensi jamur pada pemeriksaan pewarnaan Gram dahak di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang masih terbatas. Tujuan: Mengetahui prevalensi jamur positif pada pemeriksaan pewarnaan Gram dahak pasien di RSUD S.K. Lerik periode Januari 2025–Maret 2026, serta menggambarkan distribusi pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, dan morfologi jamur yang ditemukan. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder berupa hasil pemeriksaan pewarnaan Gram dahak dan rekam medis pasien. Penelitian dilakukan di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang dengan periode data Januari 2025–Maret 2026. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik total sampling, yaitu seluruh data hasil pemeriksaan yang memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 955 sampel pemeriksaan Gram dahak, ditemukan 78 sampel (8%) positif jamur. Hasil positif lebih banyak pada laki-laki (58%), usia ≥60 tahun (54%), dan pasien dengan penyakit penyerta pneumonia (65%). Berdasarkan hasil pemeriksaan, morfologi jamur yang paling banyak ditemukan adalah budding yeast (48%), diikuti single yeast (42%) dan hifa (33%). Kesimpulan: Prevalensi jamur positif pada pemeriksaan pewarnaan Gram dahak pasien di RSUD S.K. Lerik periode Januari 2025–Maret 2026 adalah sebesar 8%. Hasil positif lebih banyak ditemukan pada pasien laki-laki dan kelompok usia ≥60 tahun. Penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan adalah pneumonia, diabetes mellitus, dan tuberkulosis, sedangkan morfologi jamur yang paling dominan adalah budding yeast.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jamur, Pewarnaan Gram, Dahak. |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Father Nyong Omay |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:40 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:40 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11074 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric