Febryan Umbu Lapu Radandima, PO5303333231033 (2026) Uji Aktivitas Daya Hambat Ekstrak Kulit Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br) Terhadap Bakteri Escherichia coli Yang Diisolasi Dari Feses Pasien Diare. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER (2).pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 2.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 3.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 4.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB 5.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (3).pdf Download (2MB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (4).pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Escherichia coli merupakan salah satu bakteri patogen yang dapat menyebabkan diare. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi sehingga diperlukan alternatif antibakteri, salah satunya tanaman faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) yang secara tradisional telah dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat ekstrak kulit batang faloak terhadap pertumbuhan E. coli yang diisolasi dari feses pasien diare serta menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium murni yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026 di Laboratorium Bakteriologi Program Studi Teknologi Laboratorium Medis. Ekstrak kulit batang faloak dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan dibuat dalam konsentrasi 1,5%, 5%, 20%, 40%, 60%, dan 80%. Bakteri E. coli diisolasi dari feses pasien diare dan diidentifikasi melalui kultur, pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair berdasarkan tingkat kekeruhan media setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 1,5%, 5%, 20%, dan 40% media masih keruh yang menunjukkan adanya pertumbuhan E. coli, sedangkan pada konsentrasi 60% dan 80% media tampak jernih yang menunjukkan tidak adanya pertumbuhan bakteri. Uji penegasan pada media Nutrient Agar juga menunjukkan pertumbuhan pada konsentrasi 20% dan 40%, sedangkan pada konsentrasi 60% dan 80% tidak ditemukan pertumbuhan. Dengan demikian, nilai MIC ekstrak kulit batang faloak terhadap E. coli adalah 60%. Kesimpulan: Ekstrak kulit batang faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli yang diisolasi dari feses pasien diare, dengan nilai MIC sebesar 60% sebagai konsentrasi terendah yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Kata Kunci: Sterculia quadrifida, faloak, Escherichia coli, antibakteri, MIC.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sterculia quadrifida, faloak, Escherichia coli, antibakteri, MIC. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Febryan Umbu Lapu Radandima |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 07:23 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 07:23 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11191 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric