Angel Marlien Malo, PO5303333231021 (2026) Gambaran Kadar Asam Urat Berdasarkan Perbedaan Aktivitas Fisik Pada Petani Dan Guru Sekolah Dasar Di Tarus, Kecamatan Kupang Tengah. Diploma thesis, Kemenkes Poltekkes Kupang.
|
Text
COVER TERBARU.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (215kB) |
|
|
Text
BAB II Baru.pdf Download (308kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
BAB IV..pdf Download (351kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA TERBARU.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN .pdf Download (3MB) |
Abstract
Latar belakang:Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin yang apabila kadarnya melebihi nilai normal dapat menyebabkan hiperurisemia. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kadar asam urat, sehingga perbedaan jenis pekerjaan dapat memberikan gambaran aktivitas fisik yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat berdasarkan perbedaan aktivitas fisik pada petani dan guru sekolah dasar di Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, serta berdasarkan usia, jenis kelamin, asupan purin, konsumsi alkohol dan masa kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang terdiri dari 25 guru sekolah dasar dan 25 petani, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) dengan sampel darah kapiler, sedangkan data faktor risiko diperoleh melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 responden (64%) memiliki kadar asam urat normal dan 18 responden (36%) memiliki kadar asam urat tinggi. Aktivitas fisik berat ditemukan pada 23 responden (46%) dan didominasi petani sebanyak 22 responden (44%), sedangkan aktivitas fisik ringan ditemukan pada 21 responden (42%) dan didominasi guru. Kadar asam urat tinggi pada guru dengan aktivitas fisik ringan ditemukan sebanyak 7 responden (14%), sedangkan pada petani dengan aktivitas fisik berat sebanyak 7 responden (14%). Kadar asam urat tinggi paling banyak ditemukan pada kelompok usia pra lansia (50–60 tahun), asupan purin tinggi, serta pada responden dengan masa kerja lebih dari 5 tahun. Kesimpulan: Didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar asam urat normal, sedangkan kadar asam urat tinggi ditemukan pada guru dengan aktivitas fisik ringan dan petani dengan aktivitas fisik berat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | asam urat, aktivitas fisik, petani, guru, hiperurisemia. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | angel Marlien Malo |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 02:11 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 02:11 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11204 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric