Tingkat Kepatuhan Konsumsi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Dengan Metode MMAS-8 Di Klinik Sint Kamilus

Senhorita M.D Tefa, PO5303332230616 (2026) Tingkat Kepatuhan Konsumsi Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Dengan Metode MMAS-8 Di Klinik Sint Kamilus. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER-ABSTRAK Senhorita.pdf

Download (726kB)
[img] Text
BAB I Senhorita.pdf

Download (215kB)
[img] Text
BAB II Senhorita.pdf

Download (191kB)
[img] Text
BAB III Senhorita.pdf

Download (432kB)
[img] Text
BAB IV Senhorita.pdf
Restricted to Registered users only

Download (221kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V Senhorita.pdf

Download (115kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA Senhorita.pdf

Download (309kB)
[img] Text
LAMPIRAN Senhoritaa.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dini di dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, dan Nusa Tenggara Timur menempati urutan keempat tertinggi secara nasional dengan 72.130 kasus. Kepatuhan konsumsi obat antihipertensi merupakan faktor penentu keberhasilan terapi jangka panjang guna mencegah komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Tujuan penelitian: untuk mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di Klinik Sint Kamilus berdasarkan karakteristik usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan menggunakan metode MMAS-8. Metode penelitian: penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 41 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 70 pasien. Data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8 dan dianalisis secara deskriptif menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian: menunjukkan sebagian besar responden berusia 46–65 tahun (41,45%), berjenis kelamin perempuan (56,09%), berpendidikan SMA/SMK (31,71%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (31,70%). Berdasarkan pengukuran MMAS-8, sebanyak 26,82% responden tergolong kepatuhan tinggi, 41,46% kepatuhan sedang, dan 31,70% kepatuhan rendah. Kelompok ibu rumah tangga mencatat persentase kepatuhan rendah tertinggi (14,63%), sementara responden dengan pendidikan SMA/SMK menunjukkan kepatuhan sedang terbanyak (17,08%). Kesimpulan: sebagian besar pasien hipertensi rawat jalan di Klinik Sint Kamilus belum mencapai kepatuhan yang optimal. Diperlukan edukasi rutin, konseling oleh tenaga kesehatan, serta dukungan aktif keluarga untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan antihipertensi secara berkelanjutan. Kata kunci : Hipertensi, kepatuhan minum obat, antihipertensi, MMAS-8 Pustaka : 41 Pustaka (2003-2026)

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Hipertensi, kepatuhan minum obat, antihipertensi, MMAS-8
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan Farmasi > Farmasi
Jurusan Farmasi > Farmasi
Farmasi
Depositing User: Senhorita M.D Tefa
Date Deposited: 01 Sep 2026 06:29
Last Modified: 01 Sep 2026 06:29
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11286

Actions (login required)

View Item View Item