Putra Marselino Taek, PO5303333231152 (2026) Gambaran Personal Hygiene Dan Kejadian Enterobiasis Pada Anak-Anak Di Kelurahan Oesapa. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
cover.pdf Download (943kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
bab 2.pdf Download (425kB) |
|
|
Text
bab 3.pdf Download (310kB) |
|
|
Text
bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) | Request a copy |
|
|
Text
bab 5.pdf Download (283kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (454kB) |
|
|
Text
lampiran.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Enterobiasis merupakan salah satu infeksi kecacingan yang disebabkan oleh Enterobius vermicularis dan masih dapat ditemukan pada anak-anak. Penularan enterobiasis dapat terjadi melalui tangan, kuku, pakaian, maupun benda yang telah terkontaminasi telur cacing. Personal hygiene dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang berperan dalam pencegahan penularan infeksi enterobiasis. Kondisi kebersihan diri dan lingkungan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, terutama pada anak-anak yang memiliki aktivitas bermain dan interaksi yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran personal hygiene dan kejadian enterobiasis serta gambaran sanitasi lingkungan pada anak-anak usia 1–8 tahun di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari–April 2026. Sampel penelitian berjumlah 38 anak usia 1–8 tahun yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan enterobiasis dilakukan menggunakan metode selotip (cellophane tape method), sedangkan data personal hygiene diperoleh melalui kuesioner dan sanitasi lingkungan dinilai menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 responden, ditemukan 4 anak (10,53%) positif enterobiasis dan 34 anak (89,47%) negatif. Berdasarkan kelompok usia, kasus positif lebih banyak ditemukan pada usia 5–8 tahun sebanyak 3 anak (7,89%), sedangkan usia 1–4 tahun sebanyak 1 anak (2,63%). Berdasarkan jenis kelamin, kasus positif ditemukan pada 3 anak laki-laki (7,89%) dan 1 anak perempuan (2,63%). Hasil penilaian personal hygiene menunjukkan bahwa 25 responden (65,79%) memiliki personal hygiene kategori baik dan 13 responden (34,21%) kategori buruk. Sementara itu, sanitasi lingkungan menunjukkan 21 responden (55,26%) memiliki sanitasi lingkungan kategori baik dan 17 responden (44,74%) kategori buruk. Kesimpulan: Prevalensi enterobiasis pada anak usia 1–8 tahun di Kelurahan Oesapa sebesar 10,53%. Sebagian besar responden memiliki personal hygiene dan sanitasi lingkungan dalam kategori baik, namun masih ditemukan kasus enterobiasis sehingga upaya menjaga kebersihan diri dan lingkungan perlu terus ditingkatkan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Personal Hygiene, Enterobiasis, Sanitasi Lingkungan, Anak-anak. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RB Pathology R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Putra Marselino Taek |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 09:00 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 09:00 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11333 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric