Maria Sertina Jemumut, PO5303241231259 (2026) Hubungan Faktor Sosiodemografi dan Ketahanan Pnagan Keluarga dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kota Lupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER.pdf Download (756kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (337kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (364kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (379kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (429kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (261kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Gizi kurang pada balita merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Faktor sosiodemografi keluarga, seperti umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, serta ketahanan pangan keluarga diduga berperan dalam memengaruhi status gizi balita. Tingginya jumlah balita dengan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang menjadi dasar dilakukannya penelitian ini ujuan Penelitian: Mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 di wilayah kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang. Sampel berjumlah 96 ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan menengah, ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, ayah bekerja sebagai petani/buruh, pendapatan keluarga berada di bawah UMK, dan sebagian besar keluarga termasuk kategori tahan pangan. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu (p=0,606), pendidikan ayah (p=0,808), pekerjaan ibu (p=0,915), pekerjaan ayah (p=1,000), pendapatan keluarga (p=0,825), maupun ketahanan pangan keluarga (p=0,518) dengan kejadian gizi kurang pada balita (p>0,05). Kesimpulan: Faktor sosiodemografi dan ketahanan pangan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang. Upaya pencegahan gizi kurang perlu tetap dilakukan melalui peningkatan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan balita, serta penguatan program kesehatan masyarakat. Kata kunci: gizi kurang, balita, faktor sosiodemografi, ketahanan pangan keluarga, HFIAS, Puskesmas Oepoi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: gizi kurang, balita, faktor sosiodemografi, ketahanan pangan keluarga, HFIAS, Puskesmas Oepoi. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Jurusan Gizi > Gizi Jurusan Gizi > Gizi Gizi |
| Depositing User: | Maria Sertina Jemumut |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 04:05 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 04:05 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric