Uji Tuberkulin Pada Anggota Keluarga Yang Kontak Serumah Dengan Penderita Tuberkulosis Di Puskesmas Tarus (Kelurahan Tanah Merah)

Bergita Bage Wotan, PO5303333231075 (2026) Uji Tuberkulin Pada Anggota Keluarga Yang Kontak Serumah Dengan Penderita Tuberkulosis Di Puskesmas Tarus (Kelurahan Tanah Merah). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER.pdf

Download (952kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (126kB)
[img] Text
BAB II (2).pdf

Download (339kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (263kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf

Download (113kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (145kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TB memiliki risiko tinggi terpapar Mycobacterium tuberculosis dan berpotensi mengalami infeksi laten tuberkulosis (ILTB). Salah satu metode untuk mendeteksi ILTB adalah Tuberculin Skin Test (TST) atau uji tuberkulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji tuberkulin pada anggota keluarga yang kontak serumah dengan penderita tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Tarus (Kelurahan Tanah Merah). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei dan pemeriksaan langsung menggunakan Tuberculin Skin Test (TST). Sampel penelitian berjumlah 24 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan dilakukan dengan metode Mantoux menggunakan 0,1 mL Purified Protein Derivative (PPD), kemudian hasil dibaca setelah 48–72 jam. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 responden, sebanyak 22 responden (92%) memperoleh hasil uji tuberkulin negatif dan 2 responden (8%) memperoleh hasil positif. Berdasarkan karakteristik responden, seluruh hasil positif ditemukan pada kelompok usia 2–18 tahun, memiliki lama kontak serumah lebih dari 6 bulan, tidak bekerja, dan merupakan anak dari penderita tuberkulosis. Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SMA (42%), tidak bekerja (42%), serta lama kontak kurang dari 6 bulan (58%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anggota keluarga yang kontak serumah dengan penderita tuberkulosis memiliki hasil uji tuberkulin negatif. Hasil positif hanya ditemukan pada sebagian kecil responden yang memiliki karakteristik usia anak/remaja dan lama kontak yang lebih panjang dengan penderita TB. Pemeriksaan uji tuberkulin pada kontak serumah perlu terus dilakukan sebagai upaya deteksi dini infeksi laten tuberkulosis sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang tepat untuk mencegah berkembangnya penyakit menjadi TB aktif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis, Tuberculin Skin Test, Infeksi Laten Tuberkulosis, Kontak Serumah, Mantoux Test.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RB Pathology
Divisions: Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Analis Kesehatan
Analis Kesehatan
Depositing User: mrs bergita bage wotan
Date Deposited: 01 Sep 2026 03:44
Last Modified: 01 Sep 2026 03:44
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11466

Actions (login required)

View Item View Item