Kejadian Tb Laten Berdasarkan Tes Mantoux Pada Kontak Serumah Pasien Tb Aktif Di Puskesmas Tarus

YULITA CAESSHARINI DO, PO5303333231165 (2026) Kejadian Tb Laten Berdasarkan Tes Mantoux Pada Kontak Serumah Pasien Tb Aktif Di Puskesmas Tarus. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
Cover Yulita .pdf

Download (385kB)
[img] Text
BAB I Yulita.pdf

Download (56kB)
[img] Text
BAB II Yulita.pdf

Download (172kB)
[img] Text
BAB III Yulita .pdf

Download (121kB)
[img] Text
BAB IV Yulita .pdf

Download (158kB)
[img] Text
BAB V Yulita .pdf

Download (33kB)
[img] Text
DAPUS YULITA.pdf

Download (213kB)
[img] Text
LAMPIRAN Yulita .pdf

Download (863kB)

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Kontak serumah pasien TB aktif berisiko tinggi mengalami TB laten akibat paparan Mycobacterium Tuberculosis. TB laten tidak bergejala dan tidak menular, tetapi dapat berkembang menjadi TB aktif. Tes Mantoux digunakan untuk mendeteksi TB laten dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadiannya. Tujuan: Mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian TB laten berdasarkan tes Mantoux pada kontak serumah pasien TB aktif di wilayah kerja Puskesmas Tarus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah anggota keluarga kontak serumah pasien TB aktif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan dan perilaku responden serta pemeriksaan Tes Mantoux menggunakan Purified Protein Derivative (PPD) RT 23. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil: Dari 30 responden kontak serumah pasien TB aktif yang diperiksa, diperoleh 11 responden (36,7%) dengan hasil Tes Mantoux positif yang menunjukkan TB laten dan 19 responden (63,3%) dengan hasil negatif. Analisis hubungan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan memiliki nilai p=0,021 dan perilaku memiliki nilai p=0,018 terhadap kejadian TB laten, yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan perilaku dengan kejadian TB laten pada kontak serumah pasien TB aktif. Kesimpulan: Kejadian TB laten pada kontak serumah pasien TB aktif di Puskesmas Tarus masih ditemukan cukup tinggi. Tingkat pengetahuan dan perilaku berhubungan dengan kejadian TB laten, sehingga peningkatan edukasi kesehatan dan perilaku pencegahan perlu dilakukan untuk menurunkan risiko penularan dan perkembangan TB laten menjadi TB aktif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis Laten, Tes Mantoux, Kontak Serumah, Pengetahuan, Perilaku
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Yulita Caessharini Do
Date Deposited: 03 Sep 2026 08:16
Last Modified: 03 Sep 2026 08:16
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11574

Actions (login required)

View Item View Item