Ensyu Dwiandini Pada, PO5303332230586 (0003) Profil Penggunaan Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) Secara Swamedikasi Pada Lansia di Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER-ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (373kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (334kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (388kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (204kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf Download (361kB) |
Abstract
Latar Belakang: Lansia lebih rentan mengalami gangguan muskuloskeletal dan keluhan nyeri sehingga penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) secara swamedikasi dilakukan. Penggunaan OAINS pada lansia perlu diperhatikan karena perubahan fisiologis, penyakit penyerta, dan polifarmasi dapat meningkatkan risiko efek samping. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui profil penggunaan OAINS secara swamedikasi pada lansia di Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang berdasarkan karakteristik responden, jenis obat, dosis, frekuensi, lama penggunaan, dan sumber perolehan obat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan April 2026 di Kelurahan Kelapa Lima RT 24, RT 25, dan RT 26 Kota Kupang. Sampel berjumlah 32 lansia yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pernah menggunakan atau membeli OAINS secara swamedikasi dan bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan Microsoft Excel disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Karakteristik responden didominasi perempuan (75%), usia 60–69 tahun (71,88%), tinggal bersama keluarga (93,75%), pendidikan terakhir SMA (43,75%), dan pekerjaan ibu rumah tangga (68,75%). Jenis OAINS yang paling banyak digunakan adalah asam mefenamat (37,5%). Seluruh responden menggunakan satu tablet setiap kali minum (100%), dengan frekuensi tiga kali sehari sebanyak 56,25% dan dua kali sehari sebanyak 43,75%. Lama penggunaan terbanyak adalah 3–7 hari (46,88%), dan seluruh responden memperoleh obat dari apotek (100%). Kesimpulan: Asam mefenamat merupakan obat yang paling banyak digunakan, dengan pola penggunaan umumnya satu tablet dan jangka pendek. Edukasi tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk mendukung penggunaan OAINS yang aman dan rasional pada lansia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | lansia, OAINS, swamedikasi, penggunaan obat, Kota Kupang |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan Farmasi Jurusan Farmasi |
| Depositing User: | Ensyu Dwiandini Pada |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 05:37 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 05:37 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11600 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric