Sisilia Florida Pareira, PO5303333231155 (2026) Gambaran Kadar Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT) Pada Perokok Berat. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
PERPUS SISILIA FLORIDA PAREIRA COVER.pdf Download (766kB) |
|
|
Text
PERPUS SISILIA FLORIDA PAREIRA BAB I.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
PERPUS SISILIA FLORIDA PAREIRA BAB II.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
PERPUS SISILIA FLORIDA PAREIRA, BAB III.pdf Download (219kB) |
|
|
Text
PERPUS SISILIA FLORIDA PAREIRA, BAB IV.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
PERPUS SISILIA FLORIDA PAREIRA BAB V.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
PERPUS SISILIA FLORIDA PAREIRA DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (253kB) |
|
|
Text
PERPUS SISILIA FLORIDA PAREIRA LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan fungsi hati. Asap rokok mengandung berbagai zat toksik yang dapat memicu terbentuknya radikal bebas dan stres oksidatif sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan sel hati. Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT) merupakan salah satu parameter laboratorium yang digunakan untuk menilai adanya gangguan atau kerusakan sel hati. Kadar SGPT dapat meningkat apabila terjadi kerusakan hepatosit. Tujuan: Mengetahui gambaran kadar SGPT pada perokok berat di wilayah RT.002/RW.002, Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang berdasarkan lama dan frekuensi merokok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 orang perokok berat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pemeriksaan kadar SGPT dilakukan menggunakan sampel serum dengan metode fotometri pada panjang gelombang 340 nm dan suhu 37°C. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Dari 30 responden, sebanyak 26 orang (86,67%) memiliki kadar SGPT dalam batas normal dan 4 orang (13,33%) memiliki kadar SGPT tidak normal. Berdasarkan lama merokok, kadar SGPT tidak normal ditemukan pada responden dengan lama merokok >5 tahun sebanyak 2 orang (6,67%) dan >20 tahun sebanyak 2 orang (6,67%). Berdasarkan frekuensi merokok, seluruh responden yang mengonsumsi 15–20 batang per hari memiliki kadar SGPT normal, sedangkan kadar SGPT tidak normal ditemukan pada 5 orang (16,67%) yang merokok >20 batang per hari. Kesimpulan: Sebagian besar perokok berat memiliki kadar SGPT dalam batas normal, namun kadar SGPT tidak normal lebih banyak ditemukan pada responden dengan lama dan frekuensi merokok yang lebih tinggi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SGPT, perokok berat, serum, fungsi hati, frekuensi merokok |
| Subjects: | Q Science > QR Microbiology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Sisilia Florida Pareira |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 07:53 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 07:53 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11912 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric