Hubungan Pola Asuh Ibu Dalam Pemberian Makan Dan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Diwilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang

Anita Triyani Utomo, PO5303241231177 (2026) Hubungan Pola Asuh Ibu Dalam Pemberian Makan Dan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Diwilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER ANITA.pdf

Download (388kB)
[img] Text
BAB 1 ANITA.pdf

Download (243kB)
[img] Text
BAB 2 ANITA.pdf

Download (327kB)
[img] Text
BAB 3 ANITA.pdf

Download (328kB)
[img] Text
BAB IV ANITA.pdf

Download (306kB)
[img] Text
BAB V ANITA.pdf

Download (205kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA anita.pdf

Download (254kB)
[img] Text
LAMPIRAN ANITA.pdf

Download (966kB)

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain pola asuh ibu dalam pemberian makan dan kecukupan asupan zat gizi makro. Meskipun prevalensi stunting di Indonesia terus menurun, angka kejadiannya masih cukup tinggi, termasuk di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dalam pemberian makan dan asupan zat gizi makro dengan kejadian stunting pada balita. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara pola asuh ibu dalam pemberian makan dan asupan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 41 balita usia 12–24 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pola asuh ibu dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh pemberian makan, sedangkan data asupan zat gizi makro diperoleh melalui metode food recall 3×24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil Penelitian : Sebagian besar ibu memiliki pola asuh pemberian makan kategori negatif (46 responden; 70,3%), sedangkan pola asuh positif sebanyak 20S responden (29,7%). Sebagian besar balita memiliki asupan protein, lemak, dan karbohidrat dalam kategori defisit tingkat berat. Kejadian stunting pada balita terdiri atas kategori normal sebanyak 39 balita (60,9%), stunted sebanyak 17 balita (26,6%), dan severely stunted sebanyak 8 balita (12,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola asuh ibu dalam pemberian makan dengan kejadian stunting (p=0,016). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan protein dengan kejadian stunting (p=0,005), sedangkan asupan lemak (p=0,606) dan asupan karbohidrat (p=0,365) tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Asupan protein berhubungan dengan kejadian stunting pada balita, sedangkan pola asuh ibu dalam pemberian makan, asupan lemak, dan asupan karbohidrat tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: stunting, pola asuh pemberian makan, protein, lemak, karbohidrat, balita.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: Anita Triyani Utomo
Date Deposited: 12 Sep 2026 10:17
Last Modified: 12 Sep 2026 10:17
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11971

Actions (login required)

View Item View Item