Sandra Primawati Dering Romantis, PO5303333231056 (2026) Gambaran Kadar Rheumatoid Faktor (rf) pada Lansia berdasarkan Frekunsi Aktivitas Fisik. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER.pdf Download (933kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (160kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (434kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV repository.pdf Restricted to Registered users only Download (343kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf Download (308kB) |
|
|
Text
Lampiran (2).pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang : Rheumatoid Faktor (RF) merupakan autoantibodi yang dapat ditemukan pada penderita rheumatoid arthritis maupun pada sebagian lansia. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kadar RF adalah aktivitas fisik. Frekuensi aktivitas fisik yang dilakukan lansia dapat memengaruhi kondisi kesehatan sendi dan respons sistem imun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar Rheumatoid Faktor (RF) pada lansia berdasarkan frekuensi aktivitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 37 lansia usia 46–65 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data frekuensi aktivitas fisik diperoleh melalui kuesioner, sedangkan pemeriksaan RF dilakukan menggunakan metode Latex Test di Laboratorium Imunoserologi Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kupang. Hasil: Karakteristik responden didominasi kelompok usia 46–55 tahun (67,6%) dan perempuan (70,3%). Frekuensi aktivitas fisik terbanyak adalah >6 kali per minggu sebanyak 15 responden (40,5%). Hasil pemeriksaan Rheumatoid Faktor menunjukkan 35 responden (94,59%) memiliki hasil non-reaktif dan 2 responden (5,41%) memiliki hasil reaktif dengan kadar 16 IU/mL dan 32 IU/mL. Kedua responden dengan hasil RF reaktif berada pada kelompok frekuensi aktivitas fisik >6 kali per minggu. Kesimpulan: Sebagian besar lansia memiliki kadar Rheumatoid Faktor (RF) dalam kategori normal atau non-reaktif (94,59%). Sebagian kecil lansia memiliki kadar RF reaktif (5,41%) dengan kadar 16 IU/mL dan 32 IU/mL, di mana seluruh responden dengan hasil reaktif tersebut berada pada kelompok frekuensi aktivitas fisik yang tinggi yaitu >6 kali per minggu. Hal ini mengindikasikan bahwa frekuensi aktivitas fisik yang berlebihan dapat memberikan tekanan mekanik pada persendian yang berpotensi memicu respons autoimun/inflamasi pada lansia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rheumatoid Faktor (RF), Lansia, Frekuensi Aktivitas Fisik. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Sandra Primawati Dering Romantis |
| Date Deposited: | 12 Sep 2026 14:51 |
| Last Modified: | 12 Sep 2026 14:51 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11977 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric