Hubungan Keberagaman Pangan,Pola Asuh Makan Pada Balita Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Tarus

Novyanti Widya Tanebet, PO5303241221091 (2025) Hubungan Keberagaman Pangan,Pola Asuh Makan Pada Balita Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Tarus. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER (1).pdf

Download (474kB)
[img] Text
BAB I PENDAHULUAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (165kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II TINJAUN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (369kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (230kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (314kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (190kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR DAPUS 1.pdf

Download (211kB)
[img] Text
Lampiran 2.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (2023), prevalensi stunting di NTT mencapai 41,7%, jauh di atas ambang batas nasional. Faktor penyebab stunting antara lain rendahnya keberagaman pangan dan pola asuh makan yang kurang tepat. Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keberagaman pangan dan pola asuh makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tarus. Metode penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel berjumlah 79 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner Food Recall 24 jam,Form IDDS (Individual Dietary Diversity Score ) dan CFQ (Child Feeding Questionnaire), serta pengukuran antropometri dengan indeks TB/U. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki keberagaman pangan kategori sedang (62,0%) dan pola asuh makan baik (51,9%). Kejadian stunting masih tinggi yaitu 65,8%. Terdapat hubungan yang signifikan antara keberagaman pangan dengan kejadian stunting (p = 0,020), serta hubungan signifikan antara pola asuh makan dengan kejadian stunting (p = 0,017). Balita dengan keberagaman pangan rendah dan pola asuh makan kurang berisiko lebih tinggi mengalami stunting. Kesimpulan : Keberagaman pangan dan pola asuh makan berperan penting dalam pencegahan stunting. Peningkatan edukasi gizi dan praktik pemberian makan yang baik perlu dilakukan secara berkelanjutan kepada orang tua, terutama ibu balita, untuk menurunkan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Tarus.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Stunting, keberagaman pangan, pola asuh makan,
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: Novyanti Widya Tanebed
Date Deposited: 11 Jun 2026 07:39
Last Modified: 11 Jun 2026 07:39
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10209

Actions (login required)

View Item View Item