Hubungan Faktor-Faktor Fisik Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Kelurahan Oenesu Tahun 2026

Maria Priomega De Mbipi, PO5303330230141 (2026) Hubungan Faktor-Faktor Fisik Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di Kelurahan Oenesu Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER MEGA.pdf

Download (481kB)
[img] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (400kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (225kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (455kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (569kB) | Request a copy
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA MBIPI.pdf

Download (396kB)
[img] Text
LAMPIRAN MEGA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri yang menyerang organ saluran pernapasan bagian atas maupun bagian bawah yang terjadi selama 7 atau 14 hari. ISPA merupakan penyakit yang masih bermasalah dan masih ditemukan di Indonesia dengan angka 38 % yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor fisik lingkungan rumah seperti ventilasi, suhu kelembaban, pencahayan dan kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat berpotensi meningkatkan risiko meningkatkan ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor fisik lingkungan rumah dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kelurahan Oenesu Tahun 2026. Jenis penelitian analitik dengan rancangan Cross sectional study variabel penelitian terdiri dari luas ventilasi, suhu, kelembaban, pencahayaan dan kepadatan hunian. Populasinya 246 dengan sampelnya 71 dan menggunakan metode survei kemudian dilakukan analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasilnya menunjukan luas ventilasi 100% memenuhi syarat, suhu 100% memenuhi syarat, kelembaban memenuhi syarat 41 (58%) tidak memenuhi syarat 30 (42%) pencahayaan memenuhi syarat 54 (76%) yang tidak memenuhi syarat 17 (24%) kepadatan hunian memenuhi syarat 50 (70%) tidak memenuhi syarat 21 (30%) dan kejadian ISPA terdapat 11 (15%) yang mengalami ISPA dan 60 (85%) tidak mengalami ISPA. Uji Chi-Square diperoleh hasil luas ventilasi p-value 0,000, suhu p-value 0,000,kelembaban p-value 0,013, pencahayaan p-value 0,000 dan kepadatan hunian p-value 0,000. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara luas ventilasi, suhu, kelembaban pencahayaan dan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA karena itu disarankan penghuni rumah membiasakan membuka jendela, lakukan pemangkas cabang dan ranting pohon yang menghalangi cahaya matahari masuk kedalam rumah, perbaikan kondisi fisik rumah yang belum memenuhi syarat kesehatan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), luas ventilasi, suhu, kelembaban, pencahayaan dan kepadatan hunian.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Maria Priomega De Mbipi
Date Deposited: 01 Jul 2026 03:52
Last Modified: 01 Jul 2026 03:52
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10249

Actions (login required)

View Item View Item