GAMBARAN KADAR KALIUM PADA ANAK STUNTING DI PUSKESMAS BAKUNASE KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG

Dewi Yolindi Banunu, Nim: PO5303333231128 (2026) GAMBARAN KADAR KALIUM PADA ANAK STUNTING DI PUSKESMAS BAKUNASE KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG. Diploma thesis, poltekkes kemenkes kupang.

[img] Text
KTI COVER 1.pdf

Download (776kB)
[img] Text
KTI BAB 1 (2).pdf

Download (181kB)
[img] Text
KTI BAB 2 (3).pdf

Download (370kB)
[img] Text
KTI BAB 3 (4).pdf

Download (198kB)
[img] Text
KTI BAB 4 (5).pdf

Download (198kB)
[img] Text
KTI BAB 5 (6).pdf

Download (152kB)
[img] Text
KTI DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (219kB)
[img] Text
KTI LAMPIRAN (8).pdf

Download (754kB)

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan manifestasi malnutrisi kronis yang berdampak buruk pada tumbuh kembang fisik dan fungsi kognitif anak balita. Selain defisiensi zat gizi makro, ketidakseimbangan mikronutrien dan elektrolit esensial seperti kalium turut berperan signifikan dalam menghambat pertumbuhan linier, mengganggu fungsi neuromuskular, serta meningkatkan Risiko morbiditas pada anak stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kalium darah pada anak stunting di wilayah kerja puskesmas Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Metode: Rancangan studi yang diterapkan adalah deskriptif observasional (cross-sectional) pada periode Februari–April 2026. Teknik sampling kuota digunakan untuk menjaring 30 balita stunting di Kelurahan Bakunase, dengan klasifikasi tinggi badan mengikuti acuan z-score WHO. Pemeriksaan laboratorium terhadap kalium darah vena memanfaatkan alat Electrolyte Analyzer. Hasil: Data penelitian menunjukkan sebagian besar subjek (83,3%) mempunyai kadar kalium serum yang normal, sedangkan 16,7% sisanya teridentifikasi hipokalemia dengan rentang nilai 3,3–3,4 mmol/L. Penurunan kadar elektrolit ini mendominasi fase usia 12–23 bulan dan 48–59 bulan (masing-masing 6%). Ditinjau dari aspek demografi, defisiensi kalium lebih sering menyerang anak perempuan (13%) ketimbang anak laki-laki (4%), dengan latar belakang pekerjaan orang tua terbanyak sebagai ibu rumah tangga (10%) serta pelaku wiraswasta (7%). Kesimpulan: Walau sebagian besar subjek berkadar kalium baik, defisiensi elektrolit ini tetap mengancam 16,7% sampel, khususnya balita perempuan dari orang tua berpenghasilan tidak tetap. Upaya intervensi berupa pemantauan laboratorium dan edukasi gizi sangat penting untuk meminimalkan bahaya klinis. Kata Kunci: Balita, Elektrolit, Hipokalemia, Kalium, Stunting.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Balita, Elektrolit, Hipokalemia, Kalium, Stunting.
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Dewi Yolindi Banunu
Date Deposited: 22 Jul 2026 02:57
Last Modified: 22 Jul 2026 02:57
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10542

Actions (login required)

View Item View Item