Faktor penyebab kurangnya edukasi kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak di lingkungan sekolah uptd sdn angkasa naimata kelas iv a dengan kelas iv b

Flavianus jimilion bilen, PO5303204230260 (2026) Faktor penyebab kurangnya edukasi kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak di lingkungan sekolah uptd sdn angkasa naimata kelas iv a dengan kelas iv b. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
Sampul- Abstrak.pdf

Download (574kB)
[img] Text
jimy bab 1.pdf

Download (186kB)
[img] Text
jimi bab 2.pdf

Download (238kB)
[img] Text
jimi bab 3.pdf

Download (265kB)
[img] Text
jimi bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (292kB) | Request a copy
[img] Text
jimi bab 5.pdf

Download (174kB)
[img] Text
lampiran kti.pdf

Download (702kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.jimi.pdf

Download (172kB)

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah merupakan aspek penting yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Kurangnya edukasi kesehatan gigi dan mulut di lingkungan sekolah berdampak pada tingginya angka karies, gangguan belajar, serta penurunan kualitas hidup anak. Survei awal yang dilakukan di UPTD SDN Angkasa Naimata menunjukkan bahwa 80% dari 59 siswa kelas IV A dan IV B mengalami karies gigi, mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan gigi di sekolah tersebut belum berjalan optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kurangnya edukasi kesehatan gigi dan mulut pada siswa kelas IV A dan IV B di UPTD SDN Angkasa Naimata, meliputi tingkat pengetahuan siswa, sikap dan perilaku siswa, serta dukungan pihak sekolah terhadap program UKS/UKGS dan kerja sama dengan tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas IV A dan IV B UPTD SDN Angkasa Naimata yang berjumlah 59 siswa/siswi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner pilihan ganda dan pemeriksaan gigi secara langsung pada tanggal 11 Mei 2026. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase berdasarkan tiga variabel utama, yaitu faktor predisposisi (pengetahuan), faktor enabling (sikap dan perilaku), serta faktor reinforcing (dukungan pihak sekolah) mengacu pada Teori Lawrence Green. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (47,5%), sikap dan perilaku kurang (55,9%), serta dukungan pihak sekolah yang kurang (64,4%). Prevalensi karies gigi ditemukan sebesar 80% dari total 59 responden. Program UKS/UKGS di sekolah belum berjalan aktif, fasilitas pendukung tidak tersedia, dan kerja sama antara sekolah dengan Puskesmas Penfui belum optimal. Kesimpulan: Kurangnya edukasi kesehatan gigi dan mulut di UPTD SDN Angkasa Naimata disebabkan oleh rendahnya pengetahuan siswa, lemahnya sikap dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi, serta minimnya dukungan sekolah dan kerja sama lintas sektor. Diperlukan program penyuluhan terstruktur, aktivasi UKS/UKGS, penyediaan fasilitas pendukung, dan penguatan kerja sama antara sekolah dengan Puskesmas Penfui secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: edukasi kesehatan gigi, karies gigi, anak sekolah dasar, UKS, Teori Lawrence Green
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Jurusan Keperawatan Gigi
Jurusan Keperawatan Gigi
Jurusan Keperawatan Gigi
Depositing User: Flavianus Jimilion Bilen
Date Deposited: 28 Jul 2026 03:27
Last Modified: 28 Jul 2026 03:27
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10641

Actions (login required)

View Item View Item