Sonia Christina Klau, PO5303333231059 (2026) Deteksi Tuberkolosis Laten Pada Kontak Serumah Di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase Dengan Tuberculin Skin Test. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER SONIA KLAU.pdf Download (416kB) |
|
|
Text
BAB I SONIA KLAU.pdf Download (169kB) |
|
|
Text
BAB II SONIA KLAU.pdf Download (314kB) |
|
|
Text
BAB III SONIA KLAU.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
BAB IV SONIA KLAU.pdf Restricted to Registered users only Download (204kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V SONIA KLAU.pdf Download (151kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA SONIA KLAU.pdf Download (164kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN SONIA KLAU.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar belakang: Tuberkolosis (TB) tetap menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Indonesia menempati posisi beban kasus tertinggi kedua secara global. Anggota keluarga yang merupakan kontak serumah dari pasien TB aktif memiliki risiko tertinggi tertular infeksi tuberkolosis laten (ITBL). Deteksi dini ITBL menggunakan tuberkulin skin test sangat krusial untuk memutus rantai penularan melalui pemberian terapi pencegahan tuberkolosis (TPT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya infeksi Mycobacterium tubercolosis laten serta menganalisis hubungan antara lama kontak dan intensitas paparan terhadap hasil uji tuberkulin pada kontak serumah di wilayah kerja puskesmas bakunase. Metode: Jenis penelitian ini adalah analisis korelasi dengan pemeriksaan langsung di lapangan. Sampel penelitian berjumlah 34 responden kontak serumah yang memenuhi kriteria. Deteksi ITBL dilakukan menggunakan metode mantoux dengan menginjeksikan 0,1 ml antigen PPD RT 23 SSI secara intrakutan, dilanjutkan dengan pengukuran diameter indurasi setelah 48 –72 jam. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-squere. Hasil: karakteristik responden didominasi oleh perempuan (64,7%) dan kelompok usia dewasa akhir (38,2%. Hasil pemeriksaan TST menunjukan sebanyak 18 responden (51,4%) dinyatakan positif mengalami infeksi laten M. tubercolosis. Berdasarkan uji statistik, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama kontak (≤ 3 bulan dan > 3 bulan) dengan hasil pemeriksaan (p > 0,05). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas paparan dengan hasil pemeriksaan (p < 0,05), di mana seluruh hasil positif (18 responden) ditemukan pada kelompok yang berkontak setiap hari dengan pasien TB aktif. Kesimpulan: Lebih dari separuh kontak serumah di wilayah kerja Puskesmas Bakunase terdeteksi mengalami infeksi tuberkolosis laten. Frekuensi kontak harian menjadi prediktor utama terjadinya transmisi bakteri dibandingkan durasi bulan masa tinggal bersama. Oleh karena itu, disarankan bagi puskesmas untuk mempriotitaskan skrining TST dan pemberikan TPT pada kelompok kontak serumah dengan intensitas paparan harian yang tinggi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tuberkolosis laten, kontak serumah, mantoux. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Sonia Christina Klau |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 00:08 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 00:08 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric