Ika Stefania Maanana, PO5303333231039 (2026) Gambaran Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Sebagai Alternatif Pengganti Eosin Pada Pewarnaan Sitologi Mukosa Mulut Metode Diff Quik. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
IKA cover.pdf Download (803kB) |
|
|
Text
IKA BAB 1.pdf Download (151kB) |
|
|
Text
IKA BAB 2.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
IKA BAB 3.pdf Download (296kB) |
|
|
Text
IKA BAB 4.pdf Download (431kB) |
|
|
Text
IKA BAB 5.pdf Download (15kB) |
|
|
Text
IKA DAPUS.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
IKA LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang : Pewarnaan Diff Quik merupakan salah satu metode pewarnaan sitologi yang digunakan untuk memperjelas struktur inti dan sitoplasma sel. Eosin berperan dalam memberikan warna pada sitoplasma, tetapi penggunaannya secara terus-menerus memiliki risiko terhadap kesehatan dan lingkungan sehingga diperlukan alternatif pewarna alami. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) mengandung antosianin yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ekstrak ubi jalar ungu sebagai alternatif pengganti eosin pada pewarnaan sitologi mukosa mulut metode Diff Quik serta menentukan konsentrasi dan waktu pewarnaan yang paling efektif. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain post-test only control group. Sampel berupa sediaan epitel mukosa mulut yang diwarnai menggunakan ekstrak ubi jalar ungu dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 30% dengan variasi waktu 10 dan 15 menit, sedangkan eosin digunakan sebagai kontrol. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak 5% selama 10 menit, 10% selama 10 menit, 10% selama 15 menit, 20% selama 15 menit, dan 30% selama 15 menit menghasilkan kualitas pewarnaan yang baik dan tidak menunjukkan perbedaan bermakna dengan kontrol eosin (p>0,05). Konsentrasi 20% selama 10 menit menghasilkan kualitas pewarnaan tidak baik, sedangkan 5% selama 15 menit dan 30% selama 10 menit menghasilkan kualitas pewarnaan kurang baik. Konsentrasi 10% selama 10 menit memberikan hasil pewarnaan baik pada seluruh preparat dan menunjukkan hasil yang tidak berbeda bermakna dengan eosin (p=1,000). Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak ubi jalar ungu konsentrasi 10% dengan waktu pewarnaan 10 menit dapat digunakan sebagai alternatif pengganti eosin pada pewarnaan sitologi mukosa mulut metode Diff Quik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ekstrak ubi jalar ungu, antosianin, eosin, sitologi mukosa mulut, Diff Quik. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Ika Stefania Maanana |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 02:53 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 02:53 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11402 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric