Gambaran Kadar Kreatinin Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Oesapa

Fadly Yulianus Puaraty, PO5303333231083 (2026) Gambaran Kadar Kreatinin Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Oesapa. Diploma thesis, POLTEKKES KEMENKES KUPANG.

[img] Text
COVER FADLY FIXXX.pdf

Download (737kB)
[img] Text
BAB I FADLY.pdf

Download (227kB)
[img] Text
BAB II FADLY.pdf

Download (302kB)
[img] Text
BAB III FADLY.pdf

Download (276kB)
[img] Text
BAB IV FADLY.pdf

Download (289kB)
[img] Text
BAB V FADLY.pdf

Download (182kB)
[img] Text
DAPUS FADLY Revisi Fixxx.pdf

Download (212kB)
[img] Text
LAMPIRAN FADLY puaraty.pdf

Download (1MB)

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya gangguan fungsi ginjal. Hiperglikemia yang berlangsung secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang ditandai dengan perubahan kadar kreatinin serum. Pemeriksaan kadar kreatinin penting dilakukan sebagai salah satu parameter untuk mengetahui fungsi ginjal pada penderita DMT2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin serum pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Oesapa serta mengetahui gambaran kadar kreatinin berdasarkan karakteristik jenis kelamin, usia, lama pengobatan, dan pengobatan antidiabetik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal yaitu kadar kreatinin serum. Pengambilan sampel dilakukan di Puskesmas Oesapa Kota Kupang dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Klinik Asa Kota Kupang. Sampel penelitian berjumlah 29 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar kreatinin dilakukan menggunakan chemistry analyzer Biotecnica 15i dengan metode fotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 29 responden, sebanyak 23 orang (79,31%) memiliki kadar kreatinin normal, 2 orang (6,90%) memiliki kadar kreatinin tinggi, dan 4 orang (13,79%) memiliki kadar kreatinin rendah. Berdasarkan usia, kelompok dewasa sebanyak 13 orang (92,86%) memiliki kadar kreatinin normal, sedangkan kelompok lansia sebanyak 10 orang (66,67%) memiliki kadar kreatinin normal dan 2 orang (13,33%) memiliki kadar kreatinin tinggi. Berdasarkan lama pengobatan, responden dengan lama pengobatan kurang dari 3 tahun memiliki kadar kreatinin normal sebanyak 14 orang (93,33%), sedangkan pada lama pengobatan lebih dari 3 tahun terdapat 9 orang (64,29%) dengan kadar kreatinin normal dan 2 orang (14,29%) dengan kadar kreatinin tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Oesapa memiliki kadar kreatinin serum dalam kategori normal, namun masih ditemukan responden dengan kadar kreatinin tinggi sehingga pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala tetap diperlukan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Diabetes Melitus Tipe 2, Kreatinin Serum, Fungsi Ginjal, Puskesmas Oesapa
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions: Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Jurusan Analis Kesehatan > Analis Kesehatan
Analis Kesehatan
Analis Kesehatan
Depositing User: Fadly Yulianus Puaraty
Date Deposited: 02 Sep 2026 08:08
Last Modified: 02 Sep 2026 08:08
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11447

Actions (login required)

View Item View Item