Yatni Jeliiyani Niuf Eki, PO5303333231115 (2026) Efektivitas Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Pengganti Eosin dalam Pewarnaan Papanicolaou pada Sel Epitel Mukosa Mulut. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER.pdf Download (407kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (145kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (203kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (187kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (377kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (274kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA (4).pdf Download (301kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN (2).pdf Download (2MB) |
Abstract
Pewarnaan Papanicolaou merupakan metode standar dalam pemeriksaan sitologi yang menggunakan eosin sebagai pewarna sitoplasma. Namun, eosin merupakan pewarna sintetis yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan sehingga diperlukan alternatif pewarna alami yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai pengganti eosin dalam pewarnaan Papanicolaou pada sel epitel mukosa mulut. Penelitian ini menggunakan metode true experiment dengan desain post-test only control group. Sampel penelitian berupa sediaan apusan sel epitel mukosa mulut yang diberi perlakuan menggunakan ekstrak buah naga merah konsentrasi 2%, 5%, 10%, dan 20%, serta eosin sebagai kelompok kontrol. Penilaian kualitas pewarnaan dilakukan berdasarkan kejelasan inti sel, kejelasan sitoplasma, dan kontras inti–sitoplasma, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pewarnaan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak buah naga merah. Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan terdapat perbedaan kualitas pewarnaan yang bermakna antar kelompok (p=0,002). Hasil uji Mann–Whitney U menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol eosin dengan kelompok ekstrak buah naga merah konsentrasi 2%, 5%, 10%, dan 20% (p>0,05), namun terdapat perbedaan yang bermakna antara konsentrasi 20% dengan konsentrasi 2%, 5%, dan 10% (p<0,05). Konsentrasi 20% menghasilkan kualitas pewarnaan terbaik dengan nilai mean rank yang sama dengan kontrol eosin. Disimpulkan bahwa ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) berpotensi digunakan sebagai pewarna alternatif pengganti eosin pada pewarnaan Papanicolaou, dengan konsentrasi 20% sebagai konsentrasi yang paling efektif dalam menghasilkan kualitas pewarnaan yang mendekati eosin. Kata kunci: Buah naga merah, eosin, pewarnaan Papanicolaou, sel epitel mukosa mulut, pewarna alami.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Buah naga merah, eosin, pewarnaan Papanicolaou, sel epitel mukosa mulut, pewarna alami. |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Yatni Jeliyani Niuf Eki |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 07:45 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 07:45 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11711 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric