Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Dipuskesmas Bakunase Kota Kupang

Dina Angelina Missa, P05303241231201 (2026) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Dipuskesmas Bakunase Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER DINA.pdf

Download (323kB)
[img] Text
BAB 1 DINA.pdf

Download (215kB)
[img] Text
BAB 2 DINA.pdf

Download (290kB)
[img] Text
BAB III DINA.pdf

Download (283kB)
[img] Text
BAB IV DINA.pdf

Download (402kB)
[img] Text
BAB V DINA.pdf

Download (209kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA DINA.pdf

Download (221kB)
[img] Text
LAMPIRAN DINA.pdf

Download (1MB)

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut umur berada di bawah -2 Standar Deviasi (SD) berdasarkan standar pertumbuhan WHO akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama. Dampak stunting tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas pada masa dewasa, serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain riwayat penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), serta kualitas lingkungan termasuk sumber air minum. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor-faktor tersebut dengan kejadian stunting pada balita. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang meliputi frekuensi, jumlah, dan tekstur, serta sumber air minum dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang pada bulan Maret–April 2026. Sampel penelitian berjumlah 95 balita usia 6–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tinggi badan menggunakan stadiometer untuk menentukan status stunting berdasarkan indeks TB/U serta wawancara kepada ibu balita menggunakan kuesioner terstruktur mengenai riwayat penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, dan sumber air minum. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variabel dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 95 balita, sebanyak 45 balita (47,4%) mengalami stunting dan 50 balita (52,6%) tidak mengalami stunting. Sebanyak 44 balita (46,3%) memiliki riwayat penyakit infeksi, sedangkan 51 balita (53,7%) tidak memiliki riwayat penyakit infeksi. Balita yang memperoleh ASI eksklusif sebanyak 50 balita (52,6%), sedangkan yang tidak memperoleh ASI eksklusif sebanyak 45 balita (47,4%). Sebagian besar balita memperoleh pemberian MP-ASI yang sesuai berdasarkan frekuensi, jumlah, dan tekstur sesuai dengan usia anak. Sebagian besar responden juga menggunakan sumber air minum yang layak sebanyak 50 responden (52,6%), sedangkan 45 responden (47,4%) menggunakan sumber air minum yang tidak layak. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p=0,221), pemberian ASI eksklusif (p=0,412), frekuensi pemberian MP-ASI (p>0,05), jumlah pemberian MP-ASI (p=0,647), tekstur pemberian MP-ASI (p=0,602), maupun sumber air minum (p=0,412) dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa riwayat penyakit infeksi, pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang meliputi frekuensi, jumlah, dan tekstur, serta sumber air minum tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bakunase Kota Kupang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Stunting, penyakit infeksi, ASI eksklusif, MP-ASI, sumber air minum.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: Dina Angelina Missa
Date Deposited: 12 Sep 2026 10:38
Last Modified: 12 Sep 2026 10:38
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11973

Actions (login required)

View Item View Item