Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat Untuk Penyakit Ispa Di Suku Lio, Desa Wologai, Kabupaten Ende

Ephifania Melitha Nuba, PO5303332230639 (2026) Studi Etnofarmakologi Tanaman Obat Untuk Penyakit Ispa Di Suku Lio, Desa Wologai, Kabupaten Ende. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER FIX.pdf

Download (685kB)
[img] Text
BAB I FIX.pdf

Download (428kB)
[img] Text
BAB II FIX 2.pdf

Download (261kB)
[img] Text
BAB III FIX.pdf

Download (455kB)
[img] Text
BAB IV FIX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (515kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V FIX.pdf

Download (388kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA FIX.pdf

Download (230kB)
[img] Text
DAFTAR LAMPIRAN FIX.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di kabupaten Ende. Masyarakat suku Lio di desa Wologai masih memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Tujuan: Mengetahui pemanfaatan tanaman dalam pengobatan ISPA oleh masyarakat suku Lio di desa Wologai, meliputi jenis tanaman, bagian yang digunakan, cara pengolahan, khasiat, dan aturan pakainya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara yang memiliki pengetahuan mengenai pengobatan tradisional. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Diperoleh empat jenis tanaman obat untuk pengobatan ISPA, yaitu jeringau (Acorus calamus), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma longa) dan sirih (Piper betle). Bagian tanaman yang digunakan meliputi rimpang dan buah. Pengolahan dilakukan dengan ritual paro (memarut) dan rame (menyaring). Takaran bahan ditentukan berdasarkan ruas jari pasien dan proses pengobatan diawali dengan ritual sapa atau saka. Ramuan digunakan untuk membantu mengatasi hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, dan rasa sesak di dada. Ramuan diminum satu kali sehari selama tiga hari. Kesimpulan: Masyarakat suku Lio masih mempertahankan kearifan lokal dalam pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan ISPA. Pengetahuan tersebut merupakan warisan budaya yang perlu didokumentasikan dan dilestarikan serta didukung melalui penelitian ilmiah lebih lanjut mengenai keamanan dan efektivitas tanaman obat yang digunakan

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Etnofarmakologi, Tanaman obat, ISPA, suku Lio, desa Wologai.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Jurusan Farmasi > Farmasi
Jurusan Farmasi > Farmasi
Farmasi
Depositing User: mrs Ephifania Nuba
Date Deposited: 26 Aug 2026 09:14
Last Modified: 26 Aug 2026 09:14
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11232

Actions (login required)

View Item View Item