Septiany Milanty Lenggu, PO5303241231292 (2026) Hubungan antara frekuensi konsumsi junk food dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada wanita usia subur calon pengantin di Puskesmas Baumata. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER LTA.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (312kB) |
|
|
Text
bab 2.pdf Download (537kB) |
|
|
Text
bab 3.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
bab 4.pdf Download (359kB) |
|
|
Text
bab 5.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
dapus LTA.pdf Download (487kB) |
|
|
Text
Lampiran LTAA.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: WUS calon pengantin merupakan kelompok yang perlu diperhatikan dalam persiapan kesehatan reproduksi sebelum kehamilan. Tingginya konsumsi junk food dan rendahnya aktivitas fisik berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon sehingga berkaitan dengan gangguan siklus menstruasi. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan frekuensi konsumsi junk food dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada WUS calon pengantin di Puskesmas Baumata. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 30 responden. Instrumen menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner Physical Activity Level (PAL), dan kuesioner siklus menstruasi. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact dan Chi-Square. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik ringan sebanyak 18 responden (60,0%), sedangkan aktivitas fisik sedang sebanyak 12 responden (40,0%). Siklus menstruasi tidak normal ditemukan pada 16 responden (53,3%) dan normal pada 14 responden (46,7%). Jenis junk food terbanyak adalah bakso 28 responden (93,3%), salome 27 responden (90,0%), mi instan 25 responden (83,3%), es teh 24 responden (80,0%), dan kopi 22 responden (73,3%). Uji Fisher’s Exact menunjukkan p-value 0,579 (p>0,05), sedangkan uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,011 (p<0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi junk food dengan siklus menstruasi. Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi. Responden dengan aktivitas fisik ringan lebih banyak mengalami siklus menstruasi tidak normal, sedangkan aktivitas fisik sedang lebih banyak memiliki siklus normal. Hasil ini menunjukkan pentingnya meningkatkan aktivitas fisik dan menerapkan pola hidup sehat pada WUS calon pengantin untuk menjaga kesehatan reproduksi dan mendukung persiapan kehamilan secara optimal dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Junk food, aktivitas fisik, siklus menstruasi, Wanita Usia Subur (WUS) calon pengantin. |
| Subjects: | Q Science > QL Zoology R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions: | Jurusan Gizi Jurusan Gizi |
| Depositing User: | mrs septiany Lenggu |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 07:02 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 07:02 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11503 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric