Bernadethe Letek Sogen, PO5303241231188 (2026) Kajian Asupan Zat Gizi Makro Pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Di Kelurahan Sikumana Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER KA NANDA.pdf Download (679kB) |
|
|
Text
BAB 1 ka nanda.pdf Download (263kB) |
|
|
Text
BAB 2 Ka nanda.pdf Download (353kB) |
|
|
Text
BAB 3 ka nanda.pdf Download (282kB) |
|
|
Text
BAB IV ka nanda.pdf Download (376kB) |
|
|
Text
BAB 5 Ka nanda.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA Ka nanda baru.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN ka nanda.pdf Download (1MB) |
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan fisik sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Salah satu penyebab langsung terjadinya stunting adalah kurangnya asupan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) yang dibutuhkan untuk mendukung metabolisme dan tumbuh kembang balita. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran atau kajian asupan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat) pada balita stunting usia 24–59 bulan di Kelurahan Sikumana, Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana, Kota Kupang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting usia 24–59 bulan di Kelurahan Sikumana sebanyak 119 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 54 balita stunting. Pengumpulan data asupan zat gizi makro dilakukan melalui wawancara menggunakan metode Food Recall 3×24 jam. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik responden dan tingkat asupan gizi. Hasil: Hasil penelitian terhadap 54 balita stunting menunjukkan: Asupan Protein: Sebagian besar responden memiliki asupan protein kategori cukup sebanyak 22 balita (40,7%), kategori lebih sebanyak 17 balita (31,5%), dan kategori kurang sebanyak 15 balita (27,8%). Asupan Lemak: Sebagian besar responden memiliki asupan lemak kategori kurang (≤80% AKG) yaitu sebanyak 38 balita (70,4%), sedangkan kategori cukup sebanyak 16 balita (29,6%). Asupan Karbohidrat: Sebagian besar responden memiliki asupan karbohidrat kategori cukup sebanyak 20 balita (37,0%), kategori lebih sebanyak 19 balita (35,2%), dan kategori kurang sebanyak 15 balita (27,8%). Kesimpulan: Sebagian besar balita stunting di Kelurahan Sikumana memiliki tingkat asupan protein dan karbohidrat dalam kategori cukup, namun memiliki tingkat asupan lemak yang sangat kurang (70,4%). Cukupnya asupan protein/karbohidrat tidak serta-merta menjamin anak terbebas dari stunting karena dapat dipengaruhi oleh faktor tidak langsung seperti kurangnya pengetahuan gizi ibu, sanitasi lingkungan, serta penyakit infeksi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asupan Zat Gizi Makro, Protein, Lemak, Karbohidrat, Balita, Stunting |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions: | Jurusan Gizi Jurusan Gizi |
| Depositing User: | Bernadethe Letek Sogen |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 02:52 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 02:52 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11865 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric