Studi Sanitasi Jamban Penderita Diare Di Desa Upfaon Tahun 2026

Helita Ndun, PO5303330230181 (2026) Studi Sanitasi Jamban Penderita Diare Di Desa Upfaon Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER.pdf

Download (750kB)
[img] Text
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (200kB) | Request a copy
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (378kB) | Request a copy
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (267kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (265kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB) | Request a copy
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA Helita Ndun.pdf

Download (152kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak balita di dunia, dengan sekitar 370.000 kematian per tahun (WHO). Di Desa Upfaon, berdasarkan data Puskesmas Manufui tercatat 15 kasus diare pada tahun 2025, dan berdasarkan hasil survei Kesehatan lingkungan diketahui bahwa kondisi jamban yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 14%. Sanitasi jamban yang buruk merupakan salah satu faktor risiko utama penularan diare, sehingga perlu dilakukan studi mendalam terhadap kondisi sanitasi jamban penderita diare di wilayah tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kondisi sanitasi jamban penderita diare di Desa Upfaon. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Variabel penelitian meliputi jenis jamban, kondisi dinding, atap, lantai, dan ventilasi. Populasi penelitian adalah seluruh rumah penderita diare di Desa Upfaon, dengan jumlah sampel sebanyak 12 rumah penderita diare. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist dan wawancara langsung, berpedoman pada Permenkes Nomor 3 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh penderita diare di Desa Upfaon (100%) menggunakan jenis jamban leher angsa; dinding MS (75%), TMS (25%); atap seluruhnya MS (100%); lantai MS (50%), TMS (50%); ventilasi seluruhnya TMS (100%). Disimpulkan bahwa kondisi dinding dan lantai masih menjadi perhatian utama. Disarankan kepada masyarakat untuk segera memperbaiki kondisi jamban dan menerapkan PHBS, serta Puskesmas Mnufui agar meningkatkan penyuluhan dan inspeksi sanitasi secara berkala.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Sanitasi Jamban, Diare, Kondisi Dinding, Kondisi Atap, Kondisi Lantai, Kondisi Ventilasi
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions: Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan
Kesehatan Lingkungan
Depositing User: Helita Ndun
Date Deposited: 29 Jun 2026 01:21
Last Modified: 29 Jun 2026 01:21
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10230

Actions (login required)

View Item View Item